Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in
Tampilkan postingan dengan label LPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LPI. Tampilkan semua postingan

Jesper Blomquist tertarik bermain di Indonesia

Rabu, 16 Maret 2011


Jakarta – Jesper Blomquist, mantan pemain klub terkenal Manchester United (MU) yang ikut meraih treble winner pada 1999, bertandang ke kantor Liga Primer Indonesia (LPI) di Jakarta, Rabu (16/3) siang.  Ia ditemani  Lliano Mahardika.
Kedatangannya ke Jakarta bukan tanpa sebab. "Ia tertarik merumput di Indonesia, karena menurutnya kompetisi sepakbola Indonesia cukup bagus," ungkap Lliano Mahardika. "Tentunya, Blomquist juga sudah tanya sana-sini tentang kondisi sepakbola nasional. Buktinya, ia juga tahu tentang konflik PSSI, dan lain sebagainya," CEO Persebaya 1927 itu menambahkan.
Namun, Lliano belum memberikan jawaban pasti apakah pemain sayap asal Swedia itu akan bergabung dengan klubnya atau tidak. "Kemungkinannya sekitar 80 persen, dan masih terus diakan penjajakan," ujar pria bertubuh subur itu diplomatis.
Bagaimana dengan minat Blomquist sendiri? Menurut Lliano, mantan pemain sayap MU itu masih dalam tahap menjajaki kemungkinan bermain di sini. "Ia mengaku sebagai seorang petualang yang siap bermain di mana saja. Bukan untuk uang semata, tapi juga untuk berbagi pengalaman," ungkap Lliano lagi.
Lliano juga mengamati bahwa kondisi fisik Blomquist masih prima, meski usianya sebagai pemain sepakbola sudah tidak muda lagi. Blomquist, yang  kelahiran Tavelsjo, Swedia, pada 15 Pebruari 1974, memang sudah berusia 37 tahun. "Masalah cidera lutut yang pernah menderanya  juga sudah lewat. Ia siap menjalani tes medis," ungkap Lliano.
Persebaya 1927 saat ini sangat membutuhkan peran seorang pemain sayap kiri. Posisi tersebut sedang kosong."Maka, cocoklah jika kami berbicara padanya tentang kemungkinan mengisi posisi itu," ujarnya, lagi-lagi  sedikit berdiplomasi.Sebelumnya, Blomqvist pernah digadang-gadang akan bergabung dengan klub LPI dari provinsi paling barat Indonesia, Aceh United, dan dengan Real Mataram FC.
Mantan pemain pengganti Ryan Giggs di klub Setan Merah itu pernah juga merumput di Liga Italia dan Inggris. Ia juga pernah bergabung dengan klub-klub besar, sebut saja AC Parma, dan AC Milan (Italia), serta Everton, dan Charlton Atheletic (Inggris).
Namun, karier  paling gemilang ketika ia berhasil mencicipi manisnya tiga gelar dalam setahun bersama pasukan Alex Ferguson, Manchester United, pada 1999. Bahkan di partai final Liga Champion 1999, pemain berambut pirang ini hampir mencetak gol ke gawang Bayern Munich,  yang tersingkir secara dramatis oleh gol dua super sub, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solkjaer.
Awal 2000-an, Blomqvist kembali ke Swedia. Setelah berpindah-pindah klub, terakhir kali ia memperkuat Hammarby IF, dan meninggalkan klub Superetten (satu kasta di bawah Liga Swedia) pada November  2010.
Jika Blomqvist benar-benar bergabung dengan Persebaya 1927, maka penonton sepakbola Indonesia akan dapat menyaksikannya berduel dengan mantan pemain Liga Inggris lainnya yang sudah lebih dulu bergabung dengan Bandung FC, Lee Hendrie. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.  (EKS)

PSSI Menjatuhkan Sanksi kepada seluruh jajaran LPI

Jumat, 18 Februari 2011

JAKARTA, - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap wasit, asisten wasit, pelatih, pemain lokal, dan pemain asing karena terlibat secara aktif dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Sanksi tersebut berdasarkan statuta PSSI.
Seperti yang dilansir dari situs resmi PSSI, ada 53 nama perangkat pertandingan, pelatih, dan pemain yang dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI atas pelanggaran kedisiplinan yang dilakukannya. Sebagian dari mereka sudah diketahui terlibat sejak LPI belum resmi bergulir, sehingga Surat Keputusan (SK) Komdis-nya pun ditandatangani pada Desember lalu. Sementara SK yang lain ditandatangani pada Januari dan terakhir SK yang ditandatangani pada 4 Februari lalu.
Dari total 53 pelanggar kedisiplinan dan Statuta PSSI ini, 26 di antaranya adalah jajaran perangkat pertandingan, pengawas pertandingan (PP), wasit dan asisten wasit. Sebanyak 20 pemain asing dan enam pelatih dijatuhi hukuman.
Hukuman yang diberikan Komdis kepada wasit dan perangkat pertandingan adalah mencabut lisensinya. Kemudian, bagi pelatih, Komdis mencabut lisensinya atau membekukannya. Sementara bagi pemain asing, Komdis menyatakan ITC pemain tersebut tidak berlaku lagi.
"Komdis menuntaskan tugasnya menegakkan kedaulatan sepak bola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," kata Ketua Komisi Disiplin, Hinca Pandjaitan, Jumat (19/2/2011) sore.
"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepak bola," tegas Hinca mengisyaratkan adanya surat FIFA pada 11 Januari lalu yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke.
Surat dari Jerome Valcke antara lain menekankan pentingnya PSSI melakukan tindakan-tindakan terhadap komponen sepak bola yang terlibat dalam LPI. Permasalahan ini juga akan dibawa pada Sidang Komite Emergency FIFA di Zurich yang digelar Maret nanti. Menyusul upaya-upaya atau tindakan yang sudah dilakukan oleh PSSI terhadap unsur-unsur LPI, FIFA kemudian mengirim kembali dua buah surat berturut-turut pada 9 dan 10 Februari yang mengapresiasi langkah-langkah perbaikan PSSI.
Lucunya, dalam berita yang dilansir dari situs resmi PSSI ini, tertulis bahwa LPI dianggap legal oleh FIFA. Hal itu terdapat dalam paragraf pertama.
"Komisi Disiplin PSSI mengumumkan nama-nama perangkat pertandingan, serta pelatih dan pemain asing yang dikenai sanksi karena terlibat secara aktif dalam Liga Primer Indonesia, kegiatan sepak bola yang bertentangan dengan Statuta PSSI. Jajaran perangkat pertandingan, termasuk wasit dan asisten wasit, serta pelatih dan pemain ini, tak terkecuali pemain asing, dijatuhi hukuman atas perilakunya yang tidak terpuji dengan berpartisipasi pada kegiatan LPI, yang sudah dianggap legal oleh FIFA." (PSSI)
Sumber:Kompas.com

Baihakki Khaizan dan Shahril Ishak bergabung dengan Medan Chiefs



Jakarta - Setelah meninggalkan Persib Bandung, karier dua pemain Singapura, Baihakki Khaizan dan Shahril Ishak, masih berlanjut di Indonesia. Mereka menyeberang ke LPI dan bergabung dengan Medan Chiefs.

Kabar bergabungnya ini dikonfirmasi oleh CEO Medan Chiefs, Sihar Sitorus. Dia mengatakan bahwa kedua pemain timnas Singapura tersebut telah menandatangani kontrak pada Rabu (16/2/2011) kemarin.

"Betul. Kemarin kami melakukan penandatangan kontrak dengan Baihakki dan Shahril di kantor LPI. Mereka dikontrak dua musim," terang Sihar, saat dihubungi detikSport lewat sambungan telepon, Kamis (17/2/2011) sore.

"Dari dua tahun yang lalu saya mengincar Baihakki. Sementara Shahril adalah kapten timnas yang sering disebut sebagai bintang paling terang di Singapura," imbuh Sihar.

Saat ditanya soal nilai kontrak Baihakki dan Shahril, Sihar tak mau menyebutkan nominalnya. Menurutnya, nilai kontrak mereka sudah sesuai dengan kualitas mereka.

"Nilainya cukup besar. Harganya mencerminkan kualitas mereka. Dengan demikian, ekspektasi klub dan LPI kepada mereka pun sangat tinggi," sambungnya.

Dari kabar yang dilansir oleh Straits Times, Baihakki dan Shahril konon mendapatkan kontrak masing-masing senilai US$ 300 ribu (sekitar Rp 2,6 miliar). Mereka akan menerima gaji US$16 ribu (sekitar Rp 141 juta) per bulan. Angka itu belum termasuk bonus sekitar US$ 900 (sekitar Rp 7,9 juta). Selain itu, mereka juga mendapatkan fasilitas berupa mobil dan apartemen.

Keputusan Baihakki dan Shahril untuk bergabung ke LPI, yang notabene tak diakui oleh FIFA, menimbulkan teka-teki mengenai masa depan mereka di timnas Singapura. Terkait hal ini, Sihar punya jawaban tersendiri.

"Saya rasa justru kehadiran mereka di LPI menunjukkan bahwa sepakbola itu universal. Sebagai profesional, mereka juga bisa membuktikan mereka profesional. Justru itu membantu FIFA dalam hal bahwa pemain FIFA mengerti tugas mereka sebagai pesepakbola," tandasnya.

"Saya rasa mereka sebagai seorang profesional mengerti di mana karier mereka bisa berkembang dan terlihat. Kalau mereka profesional, mereka akan melihat yang terbaik untuk mereka, apakah LPI atau liga lain," pungkasnya.

Dengan kehadiran Baihakki dan Shahril, maka kini Medan Chiefs punya lima orang pemain asing. Tiga lainnya adalah Luis Eduardo (Chile), Laakkad Abdelhadi (Maroko), dan Kevin Yaan (Prancis). Selain itu, mereka juga punya tiga orang pemain berdarah campuran Indonesia-Belanda, yakni Dane Dwight Brard, Bryan Bono Brard, dan Ferd Pasaribu.

Baihakki dan Shahril rencananya akan bergabung dengan rekan-rekan barunya mulai pekan depan. Mereka diproyeksikan untuk tampil dalam laga kandang melawan Real Mataram.

Samarinda FC kebut Persiapan LPI

Senin, 07 Februari 2011

 Samarinda - Klub Samarinda FC terus menggeber persiapan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) musim depan. Pihak manajemen menyatakan telah mendapat lampu hijau dari LPI sebagai peserta dari pulau Kalimantan.

"Secara lisan kita sudah diterima (LPI). Tinggal melengkapi berkas administrasi yang diminta," kata manajer Samarinda FC, Hasan M, dalam perbincangan dengan detikSport, Senin (7/2/2011) siang WITA.

Menurut Hasan, berkas administrasi yang diminta LPI antara lain surat persetujuan Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, terkait keinginan Samarinda FC mengikuti LPI.

Selain persetujuan Gubernur, LPI juga meminta persetujuan Pempvor Kaltim terkait izin penggunaan Stadion Utama Kaltim di Palaran, Samarinda, sebagai home base Samarinda FC.

"Kedua surat kelengkapan verifikasi itu sudah kita ajukan. Tinggal menuju persetujuan," ujar Hasan. "Secara kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana stadion, di Samarinda sangat memadai.”

Pun demikian dengan persiapan tim. Dalam kompetisi lokal Piala Lanud di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2011) kemarin, Samarinda FC mengempaskan PS Pertamina dengan skor 10-0.

"Tapi kita belum merasa puas dengan hasil itu. Persiapan masih panjang," tambah Hasan.

Mengenai materi skuad Samarinda FC,H asan memastikan 19 pemain telah direkrut dari rencana 25 orang. Dua di antaranya adalah pemain asing, Patricio Jimenez asal Brasil serta Antonio Jamabala dari Liberia, yang dinilai telah memenuhi kebutuhan tim.

"Bicara nilai kontrak, nanti dulu. Kita akan beberkan kalau semua persiapan matang. Tunggu saja," terang Hasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Samarinda FC sendiri merupakan satu dari empat klub yang siap gabung LPI musim depan. Tiga tim lainnya adalah Palu Putra, Sultra United, dan Gorontalo FC

Persema kalahkan Bandung FC

Sabtu, 05 Februari 2011

 Debut Lee Hendrie bersama Bandung FC tidak berakhir mulus. Tim berjuluk Laskar Siliwangi itu ditaklukkan Persema Malang 0-1 ketika melakoni partai Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (5/2).

Gol semata wayang yang mengantarkan kemenangan bagi Laskar Ken Arok tercipta di menit ke-26. Berawal dari tendangan bebas Robbie Gaspar, Suroso yang tak terkawal di dalam kotak penalti melesakkan bola ke gawang tuan rumah dengan sundulan.

Di babak kedua Bandung memiliki peluang menyamakan kedudukan ketika mendapat hadiah penalti menyusul handball Seme Patrick. Apes bagi Arman A.R, sepakannya hanya menemui tiang gawang. Tak lama kemudian kedua kesebelasan berlaga dengan 10 pemain akibat kartu merah yang diterima M. Kamri dan Franky M.

Bandung akhirnya memasukkan Lee Hendrie di menit ke-61. Masuknya mantan bintang Aston Villa ini memberi serangan yang lebih tajam buat Bandung. Tetapi hingga permainan usai Persema sukses mempertahankan keunggulan. Ini merupakan kekalahan keempat beruntun bagi Bandung dan sebaliknya, kemenangan keempat buat Persema.(DIM)

Arifin Panigoro mendukung Toisutta menjadi ketua umum PSSI

Jumat, 04 Februari 2011

 Dukungan terus mengalir kepada Kepala Staf Angkatan Darat, George Toisutta, untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Setelah mendapat dukungan dari Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kini giliran pendiri Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro, yang menyatakan dukungannya kepada Toisutta untuk maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum PSSI.
Arifin menuturkan, Toisutta adalah figur yang tepat untuk memperbaiki kinerja PSSI. Seperti diketahui, publik kurang puas dengan kinerja PSSI. Selain karena figur pimpinan, juga karena minimnya prestasi tim nasional.
"Saya sudah satu tahun berbincang-bincang dengan beliau (Toisutta). Kita juga bikin sekolah sepak bola bersama. Saya kira dia figur yang cocok," ujar Arifin di kediamannya, Selasa (2/2/2011).
Ketika ditanya seberapa besar dukungannya kepada Toisutta, Arifin menjawab, "Wah, kita total football, maksimal, dukung George. Pokoknya, kita akan dukung semaksimal mungkin," lanjutnya.
Toisutta sendiri secara resmi mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon ketua umum PSSI hari ini di markas besar TNI AD. Dia mendapat dukungan besar dari 18 pemprov, pengurus klub dan pejabat PSSI.
Dalam deklarasi tadi hadir juga Manajer Persib Bandung H Umuh Muchtar, Ketua Umum PSM Makassar Ilham Sirajuddin, Manajer Persema Malang Asmuri, dan Ketua Umum Persebaya 1927 Saleh Mukadar.

Klasemen Sementara Liga Primer Indonesia (LPI)

Kamis, 03 Februari 2011


Sebentar lagi , wasit asing menghiasi LPI

Rabu, 02 Februari 2011


Medan: Partai Liga Primer Indonesia segera akan dipimpin wasit asing profesional sesuai janji konsorsium.

Vice President Liga Primer Indonesia (LPI) Regional Sumatera-Aceh Avian Tumengkol di Medan, Rabu (2/2), mengatakan mendatangkan wasit asing untuk memimpin laga LPI tidak lagi sekedar wacana.

"Karena pertengahan Februari 2011 ini beberapa wasit asing sudah akan diterjunkan memimpin pertandingan beberapa laga LPI. Dari sekitar 20 orang yang semula direncanakan, lima orang di antaranya saat ini sudah berada di Jakarta," katanya.

Avian sendiri didampingi asisten pelatih Bintang Medan Robert Roloefsen, pelatih Medan Chiefs Jorg Peter dan beberapa pemain kedua tim itu.

Rencananya, lanjut Avian, ada 20 orang wasit asing yang akan diturunkan memimpin laga LPI.

"Sebenarnya awal Januari kemarin sesuai rencana mereka seharusnya sudah bisa memimpin laga. Namun saat itu mereka masih terkendala urusan administrasi," katanya.

Namun demikian, saat ini sebagian wasit itu sudah berada di Jakarta dan sebagian lainnya masih mengurus administrasi termasuk izin tinggal. "Tapi sudah hampir beres semuanya. Jadi kalau tidak ada halangan pertengahan bulan ini mereka sudah memimpin laga LPI," ujarnya.

Asisten pelatih Bintang Medan Robert Roloefsen mengatakan, bagus atau tidaknya jalannya sebuah pertandingan sepak bola juga sangat ditetukan oleh kepemipinan wasit. Rencana LPI mendatangkan wasit asing menurut dia merupakan suatu langkah positif.

"Sebagus apa pun sebuah tim, kalau ternyata wasit yang memimpin pertandingan tidak bagus, maka jalannya pertandingan tidak akan lagi mengasyikkan," katanya.

Kepala Biro ANTARA Sumut Simon Pramono mengatakan, selaku media penyampai informasi kepada masyarakat, pihaknya siap memberitakan semua hal yang berkaitan dengan LPI.

Karena LPI juga merupakan bagian dari kegiatan olahraga yang tentunya digulirkan demi kemajuan dunia persepakbolaan nasional, katanya.

Ia juga menyarankan agar Bintang Medan dan Medan Chiefs melakukan kunjungan ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah. Hal itu untuk mendekatkan kedua klub ke masyarakat terutama kalangan generasi muda.

"Dengan kunjungan tersebut, diharapkan ke depannya lebih banyak lagi masyarakat yang menyaksikan pertandingan LPI. Karena dukungan penonton juga merupakan salah satu motivasi tim untuk berjuang mencapai kemenangan. Intinya kami akan tetap dukung LPI dari sisi pemberitaan," katanya.(

Baru tahu rasa , pemukul wasit LPI didenda 25 juta dan larangan main satu musim

Komisi Disiplin Liga Primer Indonesia (LPI) menjatuhkan sanksi larangan bermain selama satu kompetisi dan denda sebesar Rp 25 juta kepada defender Semarang United, Simon Kujiro, yang melakukan pemukulan terhadap wasit Rusdiansyah. Tindakan tak terpuji itu terjadi dalam pertandingan melawan tuan rumah Bogor Raya, Minggu (23/1/2011) lalu.
"Simon Kujiro telah melakukan tindakan sangat tidak terpuji dan merusak semangat fair play serta mencederai sportivitas yang selama ini dikampanyekan  LPI. Dia telah melakukan pemukulan terhadap wasit yang memimpin pertandingan," kata Ketua Komisi Disiplin LPI Muhammad Sholeh SH, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (2/2/2011).
Sebagaimana diberitakan, insiden pemukulan itu berawal dari keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Simon pada menit ke-70. Pemain asal Papua itu langsung emosi dan melayangkan pukulan kepada wasit.
Tindakan Simon sempat membuat pendukung Bogor Raya terprovokasi. Pendukung tuan rumah melempar botol saat Simon berjalan ke luar lapangan.
Komdis menyatakan bersalah karena pemain bernomor punggung lima tersebut telah melanggar pasal 101 angka 5 kode disiplin LPI tanggal 3 Januari 2011. Pasal tersebut tertulis: "Terhadap pemain yang melakukan penganiayaan terhadap perangkat pertandingan dikenakan sanksi larangan melakukan kegiatan yang terkait dengan sepak bola di lingkungan LPI sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan dan denda sekurang-kurangnya Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah)".
Keputusan yang tertuang dalam Surat Keputusan No: 001/KOMDIS–LPI/A/II/2011 tertanggal 2 Februari 2011 itu diambil setelah memperhatikan beberapa hal seperti: laporan Match Commissioner, laporan wasit Rusdiansyah   yang memimpin pertandingan antara Bogor Raya FC vs Semarang United pada 23 Januari 2011 di Bogor, rekaman pertandingan, dan keterangan Simon Kujiro yang disampaikan dalam sidang Komisi Disiplin LPI pada hari ini.   Simon Kujiro dan Semarang United memiliki hak untuk melakukan banding bila keberatan dengan keputusan Komdis. Banding tersebut disampaikan paling lambat dua pekan setelah keputusan ditetapkan. Bila tidak, keputusan Komdis akan berkekuatan hukum tetap karena LPI tidak mengenal Peninjauan Kembali

"Walaupun ISL masih semrawut, LPI belum tentu menawarkan yang terbaik", Ucap Bepe

Selasa, 01 Februari 2011

 Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, tidak menampik bahwa kompetisi Indonesia Super League (ISL) semrawut. Meski begitu, Bambang mengaku enggan bermain di luar kompetisi federasi seperti Liga Primer Indonesia (LPI).
"Kalau ibarat figura, sebagai pemain profesional, aku hanya ingin bermain di dalamnya. Aku hanya ingin bermain di kompetisi resmi FIFA. Walaupun ISL masih semrawut, LPI belum tentu menawarkan yang terbaik," ucap Bepe usai pertandingan antara Persija melawan Persijap Jepara, Sabtu (29/1/2011) sore.
Hal tersebut berkaitan dengan sejumlah pemberitaan yang menyebut Bepe diminati klub peserta LIP, PSM Makasar. Klub berjuluk "Juku Eja" ini disebut-sebut akan melakukan negosiasi dalam waktu dekat ini. Namun, Bepe mengaku belum ada tawaran apapun dari PSM. Terlepas dari itu, Bepe menyatakan akan tetap berkomitmen dan bertahan di Persija. "Aku berkomitmen dengan kontrakku bersama Persija. Aku juga mencintai Persija," tegasnya.

De Porras gabung Jakarta 1928 FC

 Jakarta -  Satu lagi bintang sepak bola akan ikut meramainkan Liga Primer Indonesia (LPI). Striker asal Argentina, Emanuel Matias De Porras, dipastikan bergabung dengan klub Jakarta FC 1928. Pemain berusia 30 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Jakarta, Selasa (1/2).

"Saya datang kembali ke Jakarta untuk mencetak banyak gol dan membawa klub saya menjadi juara LPI," kata De Porras yang diberni nomor punggung 9 itu. Jakarta 1928 Fc maupun De Porras enggan menyebutkan nilai kontraknya. CEO Jakarta 1928, Hadi Basalamah, mengungkapkan selain nilai kontrak, De Porras juga akan difasilitasi apartemen untuk tempat tinggal, mobil, dan tiket Jakarta-Buenos Aires dua kali pergi-pulang dalam setahun bersama istri dan anaknya.

Bergabungnya De Porras ke Jakarta 1928 tidak bisa dilepaskan dari peran rekan senegaranya, Gustavo Ortiz, yang telah bergabung lebih dulu. Pemain yang biasa disapa Cachi yang artinya "Si Kecil," ini mengaku Ortiz banyak memberinya informasi tentang adanya LPI, sehingga LPI hanya butuh waktu sebulan untuk menggaetnya.

Nama De Porras bagi pencinta sepak bola Indonesia pasti tidak asing lagi. Pemain kelahiran Cutral-Co, Argentina, 16 Oktober 1981 ini sempat memperkuat PSIS Semarang pada 2005-2006. Kepiawaiannya di lapangan mampu mengantar PSIS menempati posisi runner-up Divisi Utama pada musim itu.

Direktur Teknik Jakarta 1928, Risdianto mengatakan timnya memang membutuhkan pemain seperti De Porras. "Tipe striker 'pembunuh' seperti dialah yang dibutuhkan klub, dia juga dekat dengan pelatih Bambang Nurdiansyah saat di PSIS," kata Risdianto.

Namun, selama bermain di Indonesia pemain kelahiran 16 Oktober 1981 itu dikenal temperamental. De Porras mengaku saat ini sudah tidak tempramental lagi, ”Saya sekarang bermain sudah bisa lebih tenang. Dulu saya masih muda, sekarang saya sudah dewasa dan punya keluarga,” ujar De Porras sembari tertawa.

LPI bisa Goda Beckham Untuk bermain Di LPI

Sabtu, 29 Januari 2011

Penggila bola yang juga pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Doktor Ari Junaedi, berpendapat, Liga Primer Indonesia (LPI) bisa menarik pemain dunia. Bahkan, bintang besar David Beckham pun bisa tergoda untuk tampil di kompetisi baru tersebut.
LPI yang bisa mencuri perhatian dunia, katanya kepada Tribunnes.com, bukan hal yang tidak mungkin juga menggoda Beckham, kemudian tertarik bermain di klub naungan LPI.
Seperti yang pernah terjadi saat Indonesia berhasil mendatangkan pemain legendaris Kamerun, Roger Mila, merumput di Liga Indonesia. Saat Roger ingin mengakhiri karier di dunia sepak bola, ia lebih dulu bermain di Indonesia.
"Magnet sepak bola nasional yang kini seakan ada di pihak LPI mau tidak mau akan menarik minat pesepak bola luar negeri untuk merumput di tanah air. Prediksi saya, kedatangan pemain-pemain top dunia tinggal tunggu waktu saja," kata Ari, Sabtu (15/1/2011).
Iming-iming bayaran tinggi, daya tarik sponsor yg besar, serta dukungan suporter yang menggila di tanah air, kata Ari, akan menjaring animo pemain andal kelas dunia untuk bergabung di klub-klub naungan LPI.
"Kalau Mark Viduka (mantan bintang Newcastle) berkeinginan main di sini, bisa jadi David Beckham ikut pula merumput di sini. Tetapi, keinginan Beckham mungkin nanti beberapa tahun ke depan. Minat beberapa perusahaan besar seperti Coca Cola dan Unilever yang mensponsori LPI mau tidak mau juga menjadi daya tarik marketing," imbuhnya.
Pemain-pemain kelas dunia yang menjadi ikon merek dunia, lanjut Ari Junaedi, tentu dengan perjanjian dengan sponsor akan bisa pula merumput di LPI.
"Liga sepak bola tanah air punya potensi ekonomi yang luar biasa jika ditangani serius seperti yang telah dilakukan LPI, meski ini masih tahap awal," tandasnya.

PSM senang Persib Hijrah Ke LPI

Rabu, 26 Januari 2011

 Manajemen PSM Makassar menilai rencana Persib Bandung ke luar dari Liga Super Indonesia serta hijrah ke Liga Primer Indonesia justru membuat tim Juku Eja lebih termotivasi. Direktur PSM, Husain Abdullah di Makassar, Rabu, mengatakan, kehadiran tim Maung Bandung-Julukan Persib di kompetisi yang digagas Arifin Panigoro itu bahkan membuat persaingan lebih ketat.

"Kita tentu sangat senang jika Persib pada akhirnya resmi bergabung di LPI. Kami sendiri memastikan kehadiran Persib akan membuat PSM semakin bergairah untuk menjadi yang terbaik, "katanya.

Persib sama halnya dengan PSM, merupakan salah satu klub tertua di Indonesia. Nama besar tim asal Jawa Barat itu semakin menarik karena dihuni sejumlah pemain berkualitas termasuk pilar tim nasional.

Bahkan PSM atau pun Persib juga sudah saling mengetahui kekuatan dan kelemahan ketika bermain bersama di LSI. Artinya jika kedua tim kembali bertemu di LPI, tentu akan menjadi sebuah laga menarik yang tidak boleh dilewatkan. "Sejarah dan prestasi kedua tim tentu akan membuat persaingan menjadi yang terbaik akan lebih ketat. Namun itu justru membuat kualitas kompetisi semakin baik khususnya untuk perkembangan sepak bola nasional," ujarnya.

Mengenai keinginan Persib hijrah ke LPI memang semakin santer terdengar. Apalagi para pemain secara umum juga dikabarkan tidak terpengaruh dengan keinginan Persib untuk berlaga di kompetisi tersebut.

Peluang Persib untuk pindah juga semakin besar setelah mendapat lampu hijau dari para suporter fanatik yang tergabung dalam Bobotoh. "Kami memutuskan hijrah karena kompetisi LPI menawarkan konsep yang lebih baik. Kualitas kompetisi juga lebih fair dan lebih sehat," jelasnya.

Biodata Lee Hendrie (pemain bandung FC)

Selasa, 25 Januari 2011

Lee Andrew  Hendrie (lahir 18 Mei 1977) adalah seorang mantan pemain sepak bola  negara Inggris yang bermain sebagai gelandang. Dia sekarang bermain untuk Bandung Fc setelah menyelesaikan kontrak jangka pendek dengan Liga Bradford city. Klub lainnya Nya sebelumnya termasuk Sheffield United dan Aston Villa, di mana ia menghabiskan empat belas tahun. Dia telah bermain untuk U21s Inggris dan memperoleh satu topi penuh untuk Inggris.
Lee Hendrie adalah putra mantan pemain sepak bola Skotlandia profesional Paul Hendrie. Paulus Hendrie pindah ke Inggris pada Maret 1972 untuk bergabung dengan Birmingham City. Lee Hendrie lahir di Birmingham pada tanggal 18 Mei 1977. Adik Lee muda, Stuart Hendrie, juga pemain sepakbola profesional yang bermain untuk Morecambe. Lee adalah sepupu lain pemain sepakbola profesional Skotlandia, John Hendrie.

Klub-KLub ISL Yang Pindah Ke LPI

1.Persema











2.PSM Makassar











3.Persibo Bojonegoro











4.Persebaya FC











5.Persik dan persib ( masih dalam proses)










Persik Pindah Ke LPI

 Kediri - Persik Kediri memantabkan tekad keluar dari kompetisi Divisi Utama PSSI dan berpaling ke LPI. Tim Macan Putih masih menunggu proses verifikasi sebelum bergabung dengan liga yang digagas pengusaha Arifin Panigoro tersebut.

Keputusan Persik meninggalkan Divisi Utama PSSI dan berpaling ke LPI ditegaskan Ketua Umumnya yang sekaligus Walikota Kediri, Samsul Ashar. Dia mengaku sudah menandatangani formulir pendaftaran, untuk selanjutnya disampaikan ke konsorsium LPI.

"Mungkin sekarang sedang diverifikasi oleh LPI. Yang jelas kami sudah isi formulir pendaftaran dan mengirimkannya kesana," ungkap Samsul kepada wartawan yang menemuinya di Balaikota Kediri, Selasa (25/1/2011).

Samsul juga sudah memperhitungkan resiko yang akan ditanggung atas keputusan tersebut, dimana besar kemungkinan akan dicoret dari keanggotaan di PSSI. "Semua ada resikonya dan kami sudah memperhitungkan," sambungnya.

Untuk alasan bergabung ke LPI, Samsul dengan tegas menyebut faktor keuangan menjadi yang utama. Apabila terus berlaga di Divisi Utama PSSI, Persik diakuinya besar kemungkinan akan bubar, karena sudah tak lagi memiliki anggaran yang cukup untuk operasional. Apalagi mulai tahun 2012 penggunaan APBD benar-benar akan dilarang.

"Sudah tidak ada lagi anggaran. Apalagi kalau memang APBD benar-benar akan distop untuk membiayai klub profesional," tandas Samsul.

Sementara Manajer Persik, Sunardi, saat dikonfirmasi mengenai keputusan mendaftar ke LPI juga mengaku kalau masalah keuangan menjadi alasan terbesar. Meski demikian Persik tidak serta merta bisa langsung berkompetisi, karena proses verifikasi masih dilakukan oleh LPI.

"Ternyata mereka mempunyai standarisasi yang rumit, tidak semudah yang kami bayangkan. Hari ini atau besok belum tentu ada keputusan, karena memang verifikasinya rumit," ujar Sunardi kepada detiksurabaya.com.

Biodata James Younghusband

 Nama Lengkap : James Joseph Placer Younghusband
Tempat Lahir : Ashford, Middlesex, England
Tanggal Lahir : 4 September 1986
Kebangsaan : Filipina
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Jakarta FC 1928

Pemain bedarah inggris philipina ini bermain di akademi chelsea dan ia pun dinaturalisasikan menjadi warga filipinna. Dan ikut serta dalam ajang AFF CUP 2010 kemaren .Penampilannya sangat bagus , Namun filipinna takluk dari INdonesia di semi final setelah kalah agregat 2 - 0. Dan pada tahun 2011 akhirnya dia merumput di Indonesia bersama saudaranya di klub LPI Jakarta FC 1928.



Bandung FC akan datangkan Lee Hendrie

 Jakarta - Bandung FC segera mendatangkan kembali seorang pemain asing. Tim berjuluk Laskar Siliwangi bakal mendaratkan Lee Hendrie, mantan pemain timnas Inggris yang sempat bersinar bersama Aston Villa.

Hendrie merupakan pemain Villa yang bersinar di era 90an sampai pertengahan pertengahan dekade ini. Gelandang yang kini berusia 33 tahun itu telah membela The Villans selama 12 tahun dari 1995-2007 meskipun sempat dipinjamkan ke beberapa klub.

Dari 251 kali penampilannya, Hendrie telah menyumbagkan 27 gol. Pemain muda terbaik Villa pada 1997-98 itu turut mengantarkan timnya menyabet Piala Intertoto 2001 dan runner-up Piala FA 2000.

Setelah kehilangan tempatnya pada 2006, Hendrie hijrah ke klub kecil semacam Sheffield United dan Derby County. Namun karirnya terhambat cedera panjang sehingga dipinjamkan ke sejumlah klub.

Pada awal 2010, Hendri digaet Bradford City dan menghabiskan semusim dengan klub League Two itu. Sebelum akhirnya berstatus free agent karena sang klub tidak memperpanjang kontraknya.

Hendrie juga tercatat mantan pemain timnas Inggris U-21 dengan sumbangan lima gol dari 12 laga. Ia masuk skuad utama Inggris dengan menjadi pemain pengganti ketika menghadapi Republik Ceko di friendly match pada 1998.

CEO Bandung FC, M. Kusnaeni mengakui Hendrie bersedia bermain untuk timnya dan dijadwalkan akan tiba di Jakarta malam ini, Selasa (25/1/2011) pada pukul 21.00 WIB. Sedangkan deal akan dirampungkan pada keesokan harinya, Rabu (26/1).

"Kami akan melakukan penjemputan Hendrie yang akan tiba sekiranya pukul sembilan malam di Bandara Soekarno-Hatta," ujar dia kepada Detiksport melalui sambungan telepon.Finalisasi deal akan dirampungkan besok.

Kusnaeni menambahkan bahwa Hendrie akan dikontrak selama setahun. Meski belum tentu langsung main, ia memastikan Hendrie akan dibawa saat Bandung FC bertandang ke Solo FC akhir pekan ini.

"(Dikontrak) setahun dulu lah. Kita kan harus liat segala aspek yang dibawa dia, termasuk aspek ekonomi, nilai bisnisnya juga," sambung pria yang kerap disapa Bung Kus itu.

"Kita akan bawa dia saat Bandung FC main di LPI di Solo (melawan Solo FC). Ya, untuk perkenalan saja," tukasnya sambil menutup pembicaraan.

Foto: Lee Hendrie saat memperkuat Bradford City melawan Northampton Town, 25 September 2010 (

Supporter Persib Ingin Persib pindah ke LPI

Senin, 24 Januari 2011


BANDUNG, KOMPAS.com — Suporter Persib menyerukan klubnya pindah ke Liga Primer Indonesia. Seruan itu beberapa kali diteriakkan ribuan suporter saat mendukung timnya menjamu Arema Malang dalam lanjutan Indonesia Super League, Minggu (23/1/2011).
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan belum berakhir. Para suporter tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit, juga hasil sementara yang membuat Persib tertinggal 0-1.
Mereka pun melakukan pelemparan benda-benda ke lapangan. Bahkan, kembang api ditembakkan langsung ke lapangan hingga pertandingan dihentikan sejenak oleh wasit sambil menunggu situasi terkendali. Sampai berita ini diturunkan, pertandingan sudah terhenti sekitar 10 menit dan belum dilanjutkan.
Sambil melakukan pelemparan, para suporter juga terus menyerukan Persib pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI). "Pindah, pindah, pindah ke LPI. Pindah ke LPI sekarang juga!" demikian teriakan ribuan suporter Persib secara serempak.

Darius Sinathrya: LPI Ubah Sepak Bola Nasional Menjadi Industri

Senin, 17 Januari 2011

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presenter olah raga Darius Sinathrya merasa yakin, bahwa Liga Premier Indonesia (LPI) dapat mengubah sepak bola Indonesia menjadi sebuah industri. Seperti halnya, liga sepak bola di benua biru, Eropa.

"Saya yakin, beberapa tahun ke depan, LPI membuat sepak bola Indonesia menjadi industri. Dengan catatan, tidak ada campur tangan pemerintah. Selama ini kan klub bergantung dengan dana dari APBD," kata Darius, saat ditemui saat ditemui di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Jadi, dengan kebergantungan tersebut, potensi klub tidak dimaksimalkan. Klub jadi manja, karena dana yang besar sudah tersedia. Karena itu pula, pendapatan klub tidak sepenuhnya menjadi hak klub itu sendiri. Misalnya, pendapatan dari penjualan tiket akan jatuh ke tangan pihak bukan klub. "Akhirnya, pemain jadi korban," ujarnya.

Beberapa tahun ke depan, lanjutnya, LPI diharapkan bisa melakukannya. Salah satu buktinya, sejumlah sponsor besar sudah ikut bergabung. Misalnya, Coca Cola. Stasiun televisi juga mengambil hak siar.

"LPI tawarkan satu konsep dari FIFA, liga dan klub yang berada di dalamnya dikelola secara profesional," serunya.

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

About Me

Foto saya
Hy , welcome to my blog .I am Basir annas Sidiq .and I used to be called basir . I am school in high school a Tanah Grogot , east kalimantan
 

Like this blog