Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in
Tampilkan postingan dengan label Indonesian soccer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesian soccer. Tampilkan semua postingan

FIFA bahas status Nurdin Halid

Rabu, 02 Maret 2011

Jakarta (ANTARA) - FIFA telah membuat langkah penting untuk menentukan status ketua umum PSSI Nurdin Halid.
FIFA merekomendasikan bahwa Nurdin Halid tidak mungkin untuk dipilih kembali saat masa jabatannya berakhir bulan ini, kata sumber dekat dengan Komite Asosiasi FIFA seperti dikutip situs Worldfootballinsider, Kamis.
Satu upaya besar untuk mengakhiri delapan tahun kepemimpinan Nurdin Halid yang sempat memimpin organisasi PSSI dari sel penjara karena kasus korupsi.
Dalam kode etik FIFA, mereka yang sudah telah menjalani hukuman penjara memang dilarang untuk kembali memegang kekuasaan dalam keorganisasian.
Dalam laporan itu, memang ada kekhawatiran bagi pihak yang anti-Nurdin Halid jika ada anggota Komite Eksekutif FIFA yang melindungi Nurdin.
FIFA dalam hal ini memahami situasi yang sedang berlangsung di Indonesia dan akan membahasnya lebih lanjut. Rapat Komite Eksekutive (Exco) FIFA berlangsung di Zurich, Swiss, pada Rabu dan Kamis waktu setempat. Rapat Exco FIFA ini langsung dipimpin oleh Presiden FIFA, Joseph Sepp Blatter.

ribuan orang berdemo dengan satu tujuan "turunkan Nurdin"

Kamis, 24 Februari 2011

 Ribuan terus berdatangan silih berganti ke kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Meski beda klub bola, mungkin beda daerah atau agama, tujuan mereka sama. Tujuannya hanya satu menggulingkan Nurdin Halid yang tidak mau mundur dari ketua umum PSSI.

Aksi ribuan orang itu dimulai sejak Rabu (23/2/2011) kemarin dan akan terus berlangsung hingga Nurdin terguling. Kantor PSSI di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta itu akan diduduki para suporter bola. Demi menuntut Nurdin mundur, para pecinta bola rela meninggalkan kerjanya sementara, berdesak-desakan ke Jakarta dan berpanas-panas ria. Aksi untuk menggulingkan Nurdin ini bak demo untuk melengserkan presiden saja.

"Kita, para suporter seluruh Indonesia sudah satu kata untuk menduduki Senayan sampai Nurdin Halid terguling, sampai kapan pun kita akan lakukan," tegas Ita Sitti Nasyiah, Koordinator Suporter Persebaya 1927 kepada detikcom.

Selama aksi massa suporter sepakbola ini berlangsung tidak satupun pengurus PSSI yang berani menemui massa untuk dialog atau sekadar negosiasi. Maka pada demo hari pertama saja, suporter berhasil menggembok pagar dan pintu kantor, serta membentangkan spanduk raksasa di muka halaman kantor tersebut.

Aksi seruan ‘Revolusi PSSI Harga Mati’ untuk menggulingkan Nurdin tidak hanya terjadi di Jakarta. Tapi sejumlah suporter dan masyarakat sepakbola di beberapa daerah lainnya juga melakukan aksi dan seruan serupa. Lihat saja aksi sejumlah suporter sepakbola atau bobotoh the Viking di Bandung, Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati)  di Jepara. Singa Mania di Palembang, Kalteng Mania di Palangkaraya.

Aksi dilengkapi dengan sejumlah poster, pamflet dan spanduk  yang terus menghujat Nurdin Halid sampai membakar gambar atau fotonya. Belum lagi aksi masyarakat pecinta sepakbola, seperti  Aliansi Pecinta Sepakbola Indonesia (APSI) di Solo, Aliansi Pecinta Sepakbola Makassar (Acikola) di Makassar. Sementara  sebagian besar para suporter di Pulau Jawa ini mengirimkan beberapa perwakilannya ke Jakarta secara bergelombang.

Tak hanya aksi unjuk rasa turun ke jalan, sebagian suporter dan pengurus PSSI di daerah pun mengancam akan membuat PSSI Tandingan, bila Nurdin Halid juga tidak mau mundur dari pencalonan.

Gencarnya gerakan yang dinamai Revolusi Merah Putij ini dipicu Tim Seleksi Calon Ketua Umum PSSI yang dianggap diskriminatif yang mencoret nama Arifin Panigoro, penggagas Liga Primair Indonesia (LPI) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta dari tahap verifikasi. Dengan tidak lolosnya Toisutta dan Panigoro, seperti menutup harapan reformasi PSSI bisa dilakukan dengan cara baik-baik lewat kongres.

"Itulah ketika aspirasi masyarakat tersumbat, hal yang kemudian gerakan massa yang kemudian seperti dalam ‘teori umum’ terjadi dimana-mana. Saya kira ini penting dilakukan oleh suporter supaya memastikan suara mereka didengar tidak hanya masyarakat sepakbola Indonesia, tapi sepakbola dunia,” kata pengamat sepakbola Kusnaeni.

Gerakan Revolusi PSSI diharapkan bisa membuka mata Federation International Football Association (FIFA) dan Asia Football Confedertion (AFC) untuk melihat pendapat masyarakat sepakbola di Indonesia atas kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. "Ini yang mungkin selama ini tidak pernah didengar oleh FIFA dan AFC. Ungkapan suporter harini mungkin akan membuat FIFA dan AFC mau melihat kenyataan yang ada, yang lebih obyektif. Tidak hanya satu sumber, hanya dari sumber PSSI sendiri,” jelas CEO PT Bandung Indonesia Goalsports itu.

Koordinator Pendukung Arifin Panigoro dari Persebaya 1927, Saleh Mukadar pun sependapat revolusi jalanan terpaksa ditempuh karena suksesi lewat cara kongres tertutup. Masyarakat sepakbola, lanjut Saleh, selama ini berharap adanya perubahan di tubuh PSSI, dengan perubahan pengurusnya. Salah satu harapannya dengan munculnya Arifin Panigoro dan George Tosiutta dalam bursa pencalonan. Sayangnya, nama kedua tokoh ini dicoret dalam verifikasi tim seleksi sehingga masyarakat kesal. "Jadi wajar saja masyarakat turun ke jalan untuk menggulingkan Nurdin Halid," tandasnya lagi.

Saleh yakin, aksi massa suporter sepakbola ini akan berhasil menggulingkan Nurdin Halid. Keyakinannya itu menengok kasus penggulingan Presiden Tunisia Zine el Abidine Ben Ali dan Presiden Mesir Hosni Mubarak, serta upaya penggulingan pemimpin di negara Timur Tengah lainnya serta negara lainnya. "Sekuat apapun dia memimpin negara, di dunia mana, kalau rakyat sudah bergerak pasti bisa digulingkan, apalagi ini hanya memimpin sebuah organisasi, itu pasti akan jatuh," ujar Saleh penuh semangat.

Dengan optimisme bisa menggulingkan Nurdin, beribu cara akan ditempuh para pecinta bola. Misalnya ada yang dengan cara mengirimkan suporter ke Jakarta seperti dilakukan Suporter Persebaya 1927 dan Bonek Anti Nurdin.

Koordinator Suporter Persebaya 1927 Ita Sitti Nasyiah mengaku sudah mengirimkan ratusan suporter Bonek maupun pribadi-pribadi untuk berangkat ke Jakarta secara bergiliran. Tidak hanya bonek, sejumlah suporter dari klub sepakbola dari Malang, Madiun, Bojonegoro dan Pasuruan dan hampir semua daerah di Jatim mengirimkan orang ke Jakarta, termasuk dari Madura.

Selain suporter, sejumlah ormas, LSM bahkan partai politik pun turut berminat terlibat Revolusi Merah Putih ini. Namun Ita menolak keterlibatan parpol untuk menjaga kemurnian gerakan penggulingan Nurdin. "Kita tolak, karena kita khawatir ada agenda lain yang akan mereka bawa, dompleng. Sebagian besar orang dari sejumlah elemen ini ada yang berangkat dengan dana sendiri," ungkap Koordinator Suporter Persebaya 1927 itu.

Dana untuk pengiriman para suporter Bonek sendiri diperoleh dari sumbangan sejumlah pengusaha dan masyarakat yang tidak bisa datang ke Jakarta. Bahkan, banyak pengurus PSSI Jawa Timur dan Koni Jawa Timur yang memberikan bantuan. Bagi suporter Bonek yang berangkat ini diberikan subsidi membeli tiket ke Jakarta.

Koordinator Bonek Anti Nurdin, Evril Yudha mengaku ingin menggulingkan Nurdin karena malu PSSI dipimpin mantan napi. "Ini sudah bukan rahasia lagi bahwa dia itu mantan narapidana, di semua aturan organisasi semua cabang olahraga disebutkan bahwa mantan narapidana itu tidak boleh jadi ketua umum pengurus organisasi," kata Evril.

Alasan Evril kedua, olahraga sepekbola di masa kepemimpinan Nurdin Halid dua periode tidak pernah ada prestasinya, bahkan cenderung menurun terus. Dan alasan yang ketiga dan itu dinilai merusak PSSI adalah ketika Nurdin Halid mempolitisasi organisasi sepakbola dengan partai politiknya, Partai Golkar. “Oleh karena itu kita minta PSSI yang ada saat ini dibekukan, dan lakukan pembaharuan di tubuh PSSI, ganti semua. Kita aksi sampai Nurdin turun," tegasnya.

Evril juga mengatakan selain turun ke jalan untuk melakukan pendudukan kantor PSSI Pusat dan aksi unjuk rasa lain. Untuk menggulingkan Nurdin Halid sudah dilakukan upaya-upaya lainnya seperti pernah mengirimkan Surat Laporan ke FIFA. "Surat itu langsung diantar perwakilan Bonek yang langsung untuk menyerahkannya ke Presiden FIFA Joseph Bletter dan sejumlah pihak di Jakarta, namun upaya itu tak pernah ditanggapi oleh FIFA, begitu juga saat KSN di Malang," ungkapnya.

Selain itu juga ada aksi penggalangan uang dari para suporter sepakbola untuk biaya pemberangkatan ke Kongres PSSI di Bali pada bulan Maret mendatang. "Kita akan datangi Kongres PSSI di Bali, kalau aksi kita menduduki PSSI di GBK ini tidak ada tanggapan positif atau tidak ada kemajuan yang signifikan. Makanya kita ngumpulin uang agar bisa berangkat semua. Atau gimana caranya agar Kongres PSSI itu dipindahkan ke Jakarta tidak di Bali,” kata Koordinator Supoter Sepakbola Jakmania, Larico.

Banyak upaya yang dilakukan masyarakat sepakbola Indonesia untuk memajukan sepakbola, termasuk mereformasi total PSSI. Misalnya di beberapa daerah sejumlah masyarakat yang kecewa dengan kepemimpinan Nurdin Halid malah akan membuat PSSI
Tandingan. Sebut saja para pecinta sepakbola di Jawa Timur yang mendeklarasikan PSSI Tandingan di Surabaya.

"Kita sengaja memulai dari sini (Jawa Timur) sebagai embrio menuju sepakbola yang lebih baik atas puncak kekesalan dan keprihatinan atas kepengurusan serta kemunduran sepakbola di negeri ini di bawah kepemimpinan Nurdin," kata salah satu Presidium Pecinta Sepakbola Jatim, Tri Prakoso kepada wartawan di sela-sela deklarasi PSSI tadingan di kantor Pengprov PSSI Jatim Jalan Raya Kertajaya 155, Rabu (23/2/2011) kemarin.

Bahkan menurut Tri, pihaknya membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengadakan perubahan sepakbola dengan mendaftarkan sebagai pengurus maupun Ketua Umum PSSI. Dari informasi yang dihimpun, PSSI Tandingan juga dideklarasikan di
Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTB dan Lampung.

Selain melakukan aksi turun ke jalan dan menduduki kantor PSSI, serta membuat PSSI tandingan. Sebagian masyarakat pecinta sepakbola juga mengancam akan melakukan pemboikotan sejumlah pertandingan Timnas PSSI dan Liga Super Indonesia. "Soal ancaman boikot pertandingan itu baru memboikot pertandingan Timas PSSI saja karena ini yang langsung di bawah asuhan PSSI. Kalau pertandingan LSI belum. Pokoknya ini semua kita lakukan karena Tim Seleksi dan Verifikasi pencalonan Ketua Umum PSSI dikriminatif dan tidak demokratis," tegas Larico lagi.

Namun untuk ancaman pemboikotan pertandingan Timnas dan LSI, sejumlah pengamat justru menyatakan hal itu tidak perlu dilakukan. Alasannya, sepakbola adalah sebuah olahraga hiburan yang justru tidak akan menjadi hiburan lagi bila tidak ada penontonya.  Bahkan akan merugikan semuanya, seperti pemain, petugas lapangan, pelatih yang harus mencari nafkah, bahkansampai kontrak bisnis komersil yang tentunya akan berdampak merugikan semuanya.

"Saya kira itu tidak efektif, karena apa? Siapa dulu yang mau boikot siapa dulu, apa penonton? Tidak mungkin penonton memboikot, karena sepakbola itu juga hiburan, pastinya penonton berbondong-bondong ke stadion melihat pertandingan klub sepakbola kesayangannya. Jadi sebaiknya jangan boikot pertandingan," ungkap pengamat sepakbola Budiarto Shambazy.

Cristian Gonzales Main Sinetron

Jumat, 18 Februari 2011

 Untuk pertama kalinya striker Timnas Indonesia, Cristian 'Eloco' Gonzales berakting didepan kamera di sinetron Islam KTP. Bersama Istrinya Eva Gonzales dan anak pertamanya, mereka beradu akting dengan tokoh sentral di sinetron itu, yaitu Bang Madit (Kubil).
Jeda seminggu ISL, benar-benar diisi striker Persib Bandung ini dengan refreshing, tapi menghasilkan. Berperan sebagai dirinya sendiri, Gonzales terlihat masih kaku untuk menimpali dialog Bang Madit. Akting Bang Madit selalu membuat pasangan suami itu tak berhenti menahan tawa.
Berlokasi di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (18/2) siang, Gonzales menunjukkan kemampuan aktingnya yang masih terbatas. Dalam sinetron tersebut, mereka berperan sebagai sepasangan suami istri yang menyumbang untuk perbaikan Mushola, tapi sebagai orang yang terlanjur kaya, Bang Madit tidak terima disaingi oleh pendatang.
Sebagai bintang sepakbola tanah air yang pernah membela Timnas di ajang Piala AFF lalu, nama Cristian Gonzales sudah cukup terkenal. Karena nama besarnya itu lokasi syuting dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan kemampuan akting pesepakbola berdarah Uruguay itu.

PSSI Menjatuhkan Sanksi kepada seluruh jajaran LPI

JAKARTA, - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap wasit, asisten wasit, pelatih, pemain lokal, dan pemain asing karena terlibat secara aktif dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Sanksi tersebut berdasarkan statuta PSSI.
Seperti yang dilansir dari situs resmi PSSI, ada 53 nama perangkat pertandingan, pelatih, dan pemain yang dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI atas pelanggaran kedisiplinan yang dilakukannya. Sebagian dari mereka sudah diketahui terlibat sejak LPI belum resmi bergulir, sehingga Surat Keputusan (SK) Komdis-nya pun ditandatangani pada Desember lalu. Sementara SK yang lain ditandatangani pada Januari dan terakhir SK yang ditandatangani pada 4 Februari lalu.
Dari total 53 pelanggar kedisiplinan dan Statuta PSSI ini, 26 di antaranya adalah jajaran perangkat pertandingan, pengawas pertandingan (PP), wasit dan asisten wasit. Sebanyak 20 pemain asing dan enam pelatih dijatuhi hukuman.
Hukuman yang diberikan Komdis kepada wasit dan perangkat pertandingan adalah mencabut lisensinya. Kemudian, bagi pelatih, Komdis mencabut lisensinya atau membekukannya. Sementara bagi pemain asing, Komdis menyatakan ITC pemain tersebut tidak berlaku lagi.
"Komdis menuntaskan tugasnya menegakkan kedaulatan sepak bola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," kata Ketua Komisi Disiplin, Hinca Pandjaitan, Jumat (19/2/2011) sore.
"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepak bola," tegas Hinca mengisyaratkan adanya surat FIFA pada 11 Januari lalu yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke.
Surat dari Jerome Valcke antara lain menekankan pentingnya PSSI melakukan tindakan-tindakan terhadap komponen sepak bola yang terlibat dalam LPI. Permasalahan ini juga akan dibawa pada Sidang Komite Emergency FIFA di Zurich yang digelar Maret nanti. Menyusul upaya-upaya atau tindakan yang sudah dilakukan oleh PSSI terhadap unsur-unsur LPI, FIFA kemudian mengirim kembali dua buah surat berturut-turut pada 9 dan 10 Februari yang mengapresiasi langkah-langkah perbaikan PSSI.
Lucunya, dalam berita yang dilansir dari situs resmi PSSI ini, tertulis bahwa LPI dianggap legal oleh FIFA. Hal itu terdapat dalam paragraf pertama.
"Komisi Disiplin PSSI mengumumkan nama-nama perangkat pertandingan, serta pelatih dan pemain asing yang dikenai sanksi karena terlibat secara aktif dalam Liga Primer Indonesia, kegiatan sepak bola yang bertentangan dengan Statuta PSSI. Jajaran perangkat pertandingan, termasuk wasit dan asisten wasit, serta pelatih dan pemain ini, tak terkecuali pemain asing, dijatuhi hukuman atas perilakunya yang tidak terpuji dengan berpartisipasi pada kegiatan LPI, yang sudah dianggap legal oleh FIFA." (PSSI)
Sumber:Kompas.com

7 faktor Nurdin Halid susah untuk diturunkan


Yogyakarta - Nurdin Halid masih nyaman duduk di kursi ketua umum PSSI meski digempur dari segala penjuru oleh berbagai elemen pecinta sepakbola tanah air. Mengapa?

Pertanyaan tersebut mengemuka dalam bedah buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid karangan Erwiyantoro di Gedung Galangpress Center, Jl.Mawar Tengah 72, Baciro, Yogyakarta.

Bedah buku tersebut dihadiri oleh Zainal Arifin Muchtar (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), FX Hady Rudyatmo (Ketua Persis Solo – Wakil Walikota Solo), Jeremias Lemek (pengacara senior), dan Erwiyantoro sendiri.

Zainal mengaku heran dengan eksistensi Nurdin di posisi puncak PSSI. Padahal, pria asal Makassar itu sudah ratusan kali diminta mundur karena tak mampu menghadirkan prestasi untuk sepakbola tanah air.

"Kenapa sih orang-orang seperti itu bisa bertahan? Padahal gempurannya ada, tidak kecil, prestasinya tidak ada, tapi masih bisa bertahan?" ujarnya.

Menurut Zainal, setidaknya ada tujuh faktor yang membuat posisi Nurdin sulit digoyang. Ketujuh faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.

"Ada empat faktor internal. Pertama, dia mampu mengonsolidasikan kekuasaan. Ini ribet dilawan. Dia bercokol di partai besar, Golkar. Dia eks anggota DPR, dia punya jaringan yang luas," urai Zainal.

"Kedua, Nurdin pintar memainkan ritme politik. Saat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) digelar, dia dengan pintarnya membawa sentimen Partai Demokrat versus Golkar. Seolah-olah Demokrat ingin mengganggu Golkar."

"Ketiga, dia punya kekuasaan politik. Banyak petinggi partai yang menetek pada Nurdin."

"Keempat, Nurdin menerjemahkan perintah 'Robin Hood' menjadi 'Sinterklas'."

Sementara untuk faktor eksternal, Zainal menjabarkan ada tiga faktor.

"Pertama, statuta FIFA. Statuta FIFA melarang negara campur tangan. Banyak negara diskorsing gara-gara ini," sambungnya.

"Kedua, penegakan hukum yang lemah. Saat Nurdin dipenjara dan dia bilang akan memimpin dari penjara, ini 'kan aneh. Bagaimana orang bisa memimpin dari penjara, padahal di penjara penuh keterbatasan."

"Ketiga, kepemimpinan negara yang memang lemah. Presiden kita tidak punya nyali untuk menurunkan Nurdin," tutupnya.
(dtc/a2s)

Sriwijaya kalahkan Muang Thong lewat adu Penalti

Sabtu, 12 Februari 2011

 Sriwijaya FC yang menjamu tamunya asal Thailand di Stadion Jakabaring, Palembang, itu justru kelabakan dengan permainan pendek Muang Thong yang berfokus pada penguasaan bola. Peluang pertama dibuka gelandang Timnas Thailand Datsakorn Thonglao lewat tendangan kerasnya. Beruntung kiper nomor dua Timnas Indonesia Ferry Rotinsulu berhasil menepisnya.
Meski tampil tanpa Oktovianus Maniani, Laskar Wong Kito tak tinggal diam menerima tekanan. Sebuah skema serangan berhasil diselesaikan dengan sundulan Rudi Widodo namun bola masih tepat di pelukan kiper lawan.
Permainan semakin menarik memasuki pertengahan babak pertama dimana Sriwijaya mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan mengimbangi penguasaan bola Muang Thong.
Dua peluang didapat masing-masing oleh Arif Suyono dan Keith Kayamba Gumbs, namun hingga 45 menit babak pertama usai, belum ada tim yang mampu mencetak gol.
Hanya tiga menit babak kedua berjalan, gol yang ditunggu-tunggu publik Palembang akhirnya tercipta. Gawang Muang Thong bergetar lewat tendangan bebas Keith Kayamba Gumbs pada menit 49. Bola sempat berbelok arah sebelum menggetarkan gawang Kawin Thamsatchanan karena membentur pagar betis.
Unggul satu gol membuat Sriwijaya FC semakin percaya diri dan meningkatkan penguasaan bola, bahkan Laskar Wong Kito hampir mencetak gol kedua tak lama kemudian, saat Arif Suyono tinggal berhadap-hadapan dengan kiper lawan. Alih-alih memberi umpan kepada rekannya yang berdiri cukup bebas, Arif mencoba mencatatkan namanya dalam daftar pencetak gol namun gagal.
Sayang kepercayaan diri yang meningkat tidak diimbangi kewaspadaan. Sang lawan yang tak mau kehilangan kesempatan tampil di putaran grup Liga Champions Asia mencoba memanfaatkan peluang seoptimal mungkin setiap kali mendapat celah.
Alhasil, sembilan menit jelang laga rampung, pelanggaran terjadi di depan kotak penalti Sriwijaya. Datsakorn yang menjadi eskekutor berhasil mencetak gol penyeimbang.
Keith Kayamba Gumbs hampir membawa Sriwijaya unggul kembali di menit-menit akhir, namun sama seperti Arif, Gumbs yang berusaha mencetak gol meski kawannya cukup terbuka justru kehilangan bola karena disambar lawan.
Di menit tambahan babak kedua Sriwijaya unggul satu pemain setelah skuad Timnas Thailand lainnya, Panupong Wongsa, mendapat kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Keith. Pertandingan harus dilanjutkan dengan babak tambahan karena belum muncul pemenang selama 90 menit.
Unggul jumlah pemain bukan berarti pekerjaan Sriwijaya lebih ringan. Sang tamu justru berhasil mencuri gol lewat penyerang Timnas Thailand yang pernah menimba ilmu di Manchester City, Teerasil Dangda pada menit 93.
Meski tampak kelelahan, Laskar Wong Kito yang pantang menyerah akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat tandukan Thierry Gathuessi pada menit 112, menyambar crossing akurat Budi Sudarsono. Laga pun berlanjut pada adu penalti yang menegangkan.
Empat penendang dari masing-masing tim sukses menjalankan tugasnya. Namun dua penendang berikutnya dari kedua tim sama-sama gagal.
Claudiano Alves dan Gatthuesi gagal menunaikan tugas dari Sriwijaya FC sementara Dagno Siaka dan Cristian Kouakou dari kubu Muang Thong berhasil ditepis kiper Ferry Rotinsulu.
Kemenangan ditentukan pada penendang ketujuh. Achmad Jufrianto berhasil menggetarkan jala Muang Thong sementara Werawoot Kayem gagal. Adu penalti berakhir dengan kedudukan 7-6 bagi Sriwijaya.
Kemenangan ini mengantarkan Sriwijaya ke final play-off wilayah timur, dimana telah menanti Al-Ain. Kemenangan atas wakil dari Qatar ini akan mengantarkan Laskar Wong Kito ke babak Grup Liga Champions. Bila gagal, mereka akan tampil di Piala AFC.

Indonesia Tekuk Hongkong 4 - 1

Rabu, 09 Februari 2011


Tim nasional Indonesia Pra-Olimpiade 2012 membantai tim nasional U-23 Hongkong, 4-1, dalam laga uji coba di Pho Kong Village Park, Hongkong, Rabu (9/2/2011).
Tim besutan Alfred Riedl tampil luar biasa. Laga baru berjalan 25 menit, Yongki Aribowo berhasil menjebol gawang tim tuan rumah. Hongkong pun semakin tertekan setelah salah satu pemainnya melakukan gol bunuh diri pada menit ke-30.
Selepas turun minum, Yongki Aribowo dan kawan-kawan semakin tampil ngotot. Hasilnya, tim nasional (timnas) menambah keunggulan lewat gol yang diciptakan Titus Bonai (67) dan Aris Alfiansyah (80). Hongkong hanya berhasil mempertipis kekalahan lewat gol yang diciptakan pada menit ke-86.
Pelatih Alfred Riedl secara umum mengaku puas atas permainan anak asuhnya. "Permainan timnas makin meningkat. Koordinasi antarpemain juga semakin bagus. Tinggal masalah fisik dan cedera pemain yang menjadi kendala," kata Riedl seperti dilansir di situs resmi PSSI.
"Atmosfer di sini cukup bagus. Pemain senang tampil di lapangan yang bagus dan cuaca pun cukup bersahabat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Teguh Wardoyo, Konsul Jenderal RI, yang turut menyaksikan pertandingan ini dengan membawa suporter Indonesia," ujar Manajer Timnas U-23, Iman Arif.
Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi timnas Pra-Olimpiade yang baru terbentuk 24 Januari lalu. Sebelumnya Oktovianus dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Pelita Jaya U-21, akhir pekan lalu.
Susunan Pemain
Indonesia: Kurnia Meiga (Arditani), Septi Hadi (Rahmat Latif), Gunawan, Safri Umi (Diaz Angga), Ahmad Farizi, David Laly, Hendro Siswanto, Titus Bonai, Engelbert Sani, Fauzi, Yongki Aribowo (Aris A).

3 Nama Resmi dicalonkan bakal jadi Ketua PSSI

Senin, 07 Februari 2011

 JAKARTA -- Tiga nama bakal calon (Balon), Nurdin Halid, George Toisutta dan Nirwan Bakrie resmi meramaikan bur­sa calon Ketua Umum PSSI 2011-2015. Nurdin Halid selaku in­cumbent  meraih du­­kungan dari 81 suara. Se­dangkan, George Toisutta didukung oleh 12 suara, dan Nirwan Der­mawan Bakrie 2 suara.

Berkas balon Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI dan Anggota Komite Eksekutif PSSI kemarin diserahkan ke tim verifikasi oleh Sekjen PSSI Nug­raha Besoes di Sekretariat PSSI, Senayan Jakarta, kemarin.

Batas waktu pendaftaran bakal calon Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI dan Anggota Komite Eksekutif PSSI sendiri  telah ditutup pada hari Sabtu (5/2) pukul 24:00 WIB lalu.

Setelah di­inventarisir oleh Ke­sekretariatan Jenderal PSSI, se­luruh berkas yang dimasukkan oleh anggota PSSI diserahkan ke­­pada tim verifikasi yang telah di­tunjuk oleh Komite Eksekutif PSSI.

Nugraha menyerahkan berkas ter­sebut kepada Muhammad Zein, ketua tim verifikasi pen­ca­lonan Exco PSSI 2111-2015, di­saksikan oleh jajaran anggota tim verifikasi dan puluhan war­ta­wan media cetak dan elek­tro­nik yang meliput acara ini di Sekeretariat PSSI, Senayan.

Anggota tim verifikasi yang ha­dir pada acara ini adalah Gusti Randa, Trimedya Pandjaitan, Sya­rifuddin Suding, Arteria Dah­lan, Togar Manahan Nero. Se­mentara, wakil ketua tim ve­ri­fikasi yakni Hinca Pandjaitan, ber­halangan hadir. Bernhard Lim­bong sendiri yang sebe­lum­nya masuk dalam tim verifikasi digantikan oleh Togar Manahan Nero.

Nugraha yang juga sekretaris tim verifikasi, pada kesempatan ini hanya menjelaskan tentang na­ma-nama balon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI 2011-2015. Seperti diketahui, ke­tua umum dan wakil ketua umum adalah bagian dari Exco, yang berdasarkan Statuta PSSI jumlahnya 11 orang.

Untuk posisi ketua umum, ada tiga nama yang dicalonkan, yakni Nurdin Halid, George Toisutta, dan Nirwan Dermawan Bakrie. Sedangkan untuk jabatan wakil ketua umum, ada enam na­ma yang dicalonkan, yakni Nur­din Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, Arifin Panigoro, Bob Hippy, Sukawi Sutarip, dan Ibnu Munzir.

Dari keterangan Nugraha Be­soes, terkait dengan pencalonan ke­tua umum Nurdin Halid se­laku incumbent mendapat du­kung­an dari 81 suara. Sementara, George Toisutta didukung oleh 12 suara, dan Nirwan Dermawan Bakrie 2 suara. Total jumlah suara pen­dukung untuk balon ke­tua umum ini adalah 95 suara, dari total 100 suara yang berhak me­milih pada Kongres Luar Bia­sa PSSI di Bintan, Kepulauan Riau.

Untuk jabatan wakil ketua umum, jumlah suara yang mem­berikan dukungannya pada ke­enam balon adalah 91 suara. Rin­ciannya, Nurdin Halid didukung 1 suara, Nirwan Bakrie 80 suara, Arifin Panigoro 7 suara, Sukawi Sutarip 1 suara, Ibnu Munzir 1 sua­ra dan Bob Hippy 1 suara.

“Pemilik suara ada 100, na­mun yang mengembalikan hanya 93 berkas. Namun setelah di­hitung, jumlah suara yang masuk 95. Ini berarti ada selisih dua suara. Hal ini dianggap me­nyalahi aturan karena menca­lon­kan nama ganda,” kata Nugraha.

Terkait dengan pencalonan anggota Exco lainnya, Nugraha Be­soes menjelaskan tentang ada­nya 29 nama yang mendapat du­kungan dari pemilik hak sua­ra.

Nugrah Besoes menam­bah­kan, berkas persyaratan dari ke­seluruhan nama yang dida­ftar­kan sebagai balon Exco PSSI 2011-2015 ini akan diteliti oleh tim verifikasi hing­ga 14 Februari 2011, apakah sudah memenuhi atau sesuai dengan kriteria per­syaratan Exco seperti ditentukan dalam Statuta PSSI.

“Setelah disampaikan ke Exco, proses terakhir adalah me­nyampaikan nama-nama yang lolos saringan tim verifikasi ini ke seluruh anggota PSSI peserta Kongres,” ujar Nugraha.

Axis menjadi sponsor Arema di ISL

Sabtu, 05 Februari 2011


MALANG - Kendati kompetisi Indonesia Super League (ISL) telah bergulir separuh musim, namun daya jual Arema FC ternyata masih manjur. Buktinya, pekan ini Singo Edan menggandeng spondos anyar dari operator selular, Axis.

Kerjasama dengan Axis sejatinya telah terdengung awal kompetisi silam. Namun karena beberapa kendala, akhirnya kesepakatan sponsorship baru terikat jelang putaran pertama ISL kelar. Sayang belum ada pernyataan resmi berapa nilai kontrak tersebut.


Media Officer Arema FC Sudarmaji mengakui telah terjadi kesepakatan kerjasama hingga akhir musim nanti. Sebagai seremoni kerjasaman, bakal digelar acara khusus jelang pertandingan menjamu Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2/2011) besok.

Dengan kerjasama tersebut, Axis bakal menghiasi perjalanan tim berlogo kepala singa, antara lain di dalam stadion serta jersey tim asuhan Miroslav Janu. Axis merupakan sponsor kesekian yang dirangkul Arema, karena sebelumnya sudah ada Ijen Nirwana, Honda MPM Malang, serta brand-brand lokal.

Sejumlah produk lokal yang ikut ambil bagian di tim ini adalah Bakso Cak Man, Warung Sate, Universitas Merdeka Malang, serta sejumlah brand lain. “Kita memang tak memandang brand besar atau kecil, yang pasti niatan membantu Arema kita sambut baik,” kata Sudarmaji.

Arema terakhir kali juga merilis ring backtone (RBT) khusus lagu-lagu Arema. Lengkapnya sponsor yang menempel di Arema menjadi harapan tersendiri bagi tim yang berdiri 1987 ini. Pihak manajemen semakin optimistis Arema bakal bisa mandiri dengan sistem sponsorship.

Diakui Sudarmaji, manajemen tidak patah arng kendati kompetisi sudah berjalan separuh musim dan kemungkinan deal dengan sponsor bertambah sulit. “Nyatanya kita bisa. Itu berarti banyak brand yang memang tertarik bekerjasama dengan Arema,” tambahnya.

Bulan lalu, tim yang menolak bergabung Liga Primer Indonesia (LPI) ini masih mengalami defisit Rp1,7 miliar. Nominal itu agak melegakan karena di awal musim, Singo Edan harus start dengan defisit Rp7 miliar lebih. Manajemen sendiri menargetkan beberapa bulan ke depan klub bakal surplus.

Terus datangnya sponsor sekaligus membuat Arema menepuk dada dan mengklaim sebagai tim yang benar-benar mandiri. “Kita sama sekali tidak disubsidi. Semua operasional klub murni dari pemasukan tiket dan sponsor. Bolehlah kalau Arema berbangga,” cetusnya.

Namun, diakuinya, tugas Arema ke depan justru lebih berat karena dituntut lebih baik lagi dalam menggali dana. Sudarmaji berharap tahun pertama tanpa subsidi (musim lalu masih disubsidi PT Bentoel), bakal menjadikan Arema mempunyai naluri survive tinggi.

Sementara, dari tim Arema, pelatih Miroslav Janu masih menunggu izin bertanding dua pemain anyar, Hendra Ridwan dan kiper Syaifudin. Sebenarnya tak masalah jika keduanya belum dimainkan karena stok pemain masih mencukupi.

Hanya saja, Miro tak ingin dibingungkan kemungkinan risiko cedera pemain. “Manajemen sudah mendaftarkan. Tinggal tunggu hasilnya,” kata Miro singkat. Jika belum bisa memainkan kedua pemain anyar itu, maka komposisi pemain tak ada perubahan berarti.

PSSI dan klub ISL akan ke Eropa

Jumat, 04 Februari 2011

 Jakarta - Sejumlah pengurus PSSI dan seluruh klub Liga Super Indonesia (ISL) direncanakan akan melakukan studi banding ke Eropa. Apa tujuan dari studi banding tersebut?

Rencana studi banding tersebut dibenarkan oleh CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono, saat dihubungi detikSport, Jumat (4/2/2011).

"Ya benar," jawab Djoko singkat saat detikSport mencoba konfirmasi apakah benar rencana studi banding itu benar-benar ada.

Namun Djoko mengaku belum menetapkan waktu keberangkatan acara studi banding itu. "Tanggalnya belum ditetapkan," ujar Djoko.

Nantinya, 15 alias seluruh anggota ISL akan diajak ikut serta. "Belum ditentukan siapa yang diajak. Yang jelas seluruh anggota ISL. Lima belas klub," cetus dia.

"Studi banding ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Ini masuk dalam rangka rencana restrukturisasi pengelolaan liga, pemilikan dan manajemen klub," beber Djoko.

Sayangnya, ketika detikSport hendak mengkonfirmasi negara tujuan, yang konon akan berlangsung di empat negara, Inggris, Prancis dan Italia, Djoko keburu menutup teleponnya.

"Sudah ya, sudah," pungkas dia

Arifin Panigoro mendukung Toisutta menjadi ketua umum PSSI

 Dukungan terus mengalir kepada Kepala Staf Angkatan Darat, George Toisutta, untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Setelah mendapat dukungan dari Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kini giliran pendiri Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro, yang menyatakan dukungannya kepada Toisutta untuk maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum PSSI.
Arifin menuturkan, Toisutta adalah figur yang tepat untuk memperbaiki kinerja PSSI. Seperti diketahui, publik kurang puas dengan kinerja PSSI. Selain karena figur pimpinan, juga karena minimnya prestasi tim nasional.
"Saya sudah satu tahun berbincang-bincang dengan beliau (Toisutta). Kita juga bikin sekolah sepak bola bersama. Saya kira dia figur yang cocok," ujar Arifin di kediamannya, Selasa (2/2/2011).
Ketika ditanya seberapa besar dukungannya kepada Toisutta, Arifin menjawab, "Wah, kita total football, maksimal, dukung George. Pokoknya, kita akan dukung semaksimal mungkin," lanjutnya.
Toisutta sendiri secara resmi mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon ketua umum PSSI hari ini di markas besar TNI AD. Dia mendapat dukungan besar dari 18 pemprov, pengurus klub dan pejabat PSSI.
Dalam deklarasi tadi hadir juga Manajer Persib Bandung H Umuh Muchtar, Ketua Umum PSM Makassar Ilham Sirajuddin, Manajer Persema Malang Asmuri, dan Ketua Umum Persebaya 1927 Saleh Mukadar.

Klasemen Sementara Liga Super Indonesia

Kamis, 03 Februari 2011

Persipura masih dipuncak sedangkan bontang FC menjadi juru kunci dengan 5 poin


George Toisutta siap jadi ketua umum PSSI 2011-2015

Rabu, 02 Februari 2011

 JAKARTA - Pertarungan menuju kursi ketua umum PSSI 2011-2015 bakal seru. Selain incumbent Nurdin Halid yang hampir pasti maju lagi, muncul kandidat lainnya. Dia adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta. Kemarin orang nomor satu di jajaran TNI AD itu menyatakan kesiapannya maju dalam pencalonan ketua umum PSSI dalam kongres di Pulau Bintan pada 19 Maret nanti.
     
George mendeklarasikan kesiapannya dihadapan sejumlah  perwakilan klub serta pengurus provinsi (pengprov) dan cabang (pengcab) PSSI. Acara yang dihelat di Ruang Bina Yudha 2 Mabes TNI AD, Jakarta, itu juga dihadiri beberapa tokoh sepak bola nasional.    

Acara ini didahului dengan pembacaan Manifesto Reformasi PSSI oleh Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar. Poin dari manifesto itu adalah mendukung George untuk maju sebagai kandidat ketua umum PSSI guna menjalankan reformasi PSSI sebagaimana amanat Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang tahun lalu.

"Ini adalah murini aspirasi dari hati nurani tanpa ada pemaksaan. PSSI perlu pemimpin baru agar ke depan sepak bola kita bisa lebih baik," ujar Umuh. Pembacaan manifesto itu sekaligus menandai lahirnya Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia (GRSNI). Hadir dalam acara ini di antaranya adalah Ketua Umum PSM Makassar Ilham Sirajuddin, Komisaris Utama Persebaya 1926 Saleh Mukadar, Ganeral Manager Persema Asmuri.

Setelah pembacaan manifesto, George dengan tegas menyatakan kesiapannya maju dalam pemilhan ketua umum PSSI. "Dar i kecil saya dididik untuk tidak melepaskan dari tantangan dan tanggungjawab. Saya bersedia dicalonkan ssebagai ketua umum PSSI," katanya. "Saya tidak akan pernah mengelak kalau diberi amanah," lanjut jenderal TNI kelahiran Makassar itu.

George akan berusaha maksimal untuk menjawab kepercayaan yang diamahkan kepadanya. Meski waktu yang dimilikinya mepet, George yakin bisa membuat persiapan maksimal sebelum "bertarung" di kongres PSSI pada 19 Maret nanti.

"Saya sudah menentukan langkah-langkah apa yang akan dilakukan setalah ini. Tapi, itu rahasia dapur. Tidak akan saya ungkapkan sekarang. Yang jelas saya tentu meminta bantuan teman-teman semua. Tidak ada tujuan lain dari majunya saya ini kecuali untuk kebaikan dan kejayaan PSSI," ungkap George.

Terkait dengan aturan main PSSI bahwa calon ketua umum harus aktif di kepengurusan organisasi itu selama lima tahun, George yakin memenuhi persyaratan tersebut. "Saya kan pembina PS TNI AD. Berarti saya yang ngurusin juga. Kami juga ada di pengcab-pengcab," katanya.

Saat ditanya komentarnya mengenai kemungkinan ada tekanan-tekanan dari pihak-pihak yang tidak menginginkannya lolos menjadi calon Ketum, mantan Pangdam XVII Trikora ( 2005 ) dan Pangdam III Siliwangi (2006) itu menegaskan tidak akan gentar. "Saya tidak takut. Saya tentara, Ngapain takut?" ungkapnya.

Ditemui di kantor PSSI tadi malam , Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang dipastikan bakal kembali maju mengatakan senang karena ada yang berminat menjadi Ketua Umum PSSI. Menurut Nurdin George Toisutta adalah figur yang punya kompetensi.

"Bagus kalau Pak George maju sebagai calon. Kalau beliau maju, berarti figur yang kompeten untuk memimpin PSSI. Pak George itu teman saya," kata Nurdin.

Tapi Nurdin menegaskan bahwa siapapun yang maju harus sesuai dengan peraturan yang ada. "Bagi saya tidak masalah siapa yang mencalonkan pak georgr untuk menjadi Ketua Umum. Sebab kita berada di alam demokrasi. Tapi tetap harus sesuai landasan konstitusinal yang berdasarkan statutas FIFA dan PSSI. Semua warga negara berhak punya kesempatan di sebuah organisasi. Asalkan beretika dan sesuai aturan," bebernya.

"Walaupun ISL masih semrawut, LPI belum tentu menawarkan yang terbaik", Ucap Bepe

Selasa, 01 Februari 2011

 Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, tidak menampik bahwa kompetisi Indonesia Super League (ISL) semrawut. Meski begitu, Bambang mengaku enggan bermain di luar kompetisi federasi seperti Liga Primer Indonesia (LPI).
"Kalau ibarat figura, sebagai pemain profesional, aku hanya ingin bermain di dalamnya. Aku hanya ingin bermain di kompetisi resmi FIFA. Walaupun ISL masih semrawut, LPI belum tentu menawarkan yang terbaik," ucap Bepe usai pertandingan antara Persija melawan Persijap Jepara, Sabtu (29/1/2011) sore.
Hal tersebut berkaitan dengan sejumlah pemberitaan yang menyebut Bepe diminati klub peserta LIP, PSM Makasar. Klub berjuluk "Juku Eja" ini disebut-sebut akan melakukan negosiasi dalam waktu dekat ini. Namun, Bepe mengaku belum ada tawaran apapun dari PSM. Terlepas dari itu, Bepe menyatakan akan tetap berkomitmen dan bertahan di Persija. "Aku berkomitmen dengan kontrakku bersama Persija. Aku juga mencintai Persija," tegasnya.

Okto aman dari sanksi

 Ada yang berbeda dari latihan Timnas Selasa pagi tadi, Tampak Okto Maniani gelandang lincah timnas U-23 milik Sriwijaya FC berlatih bersama rekan-rekanya .
Pemain yang sempat meninggalkan latihan pada Pelatnas Pra-olimpiade 2012,untuk bergabung bersama klubnya untuk menghadapi laga melawan Persipura Jayapura akhirnya kembali berlatih bersama walaupun hanya berlatih ringan saja.
Sempat dikabarkan akan mendapatkan sanksi tegas dari pelatih Alferd Riedl, namun akhirnya pelatih berkebangsaan Austria itu bersedia memaaafkan kesalahanya setelah melakukan pertemuan pribadi dengan Okto Maniani.
Riedl menjelaskan,pada pertemuan itu Okto mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan tekanan dari manajemen Sriwijaya FC berupa pemecatan, sehingga dirinya mau tidak mau harus kembali ke klub.
"Saya maklumi kepergian dia (Okto red). Dia masih muda dan punya kemauan keras. Saya mengerti kondisi dia," Tegas Riedl usai memimpin latihan timnas.
ketika dikonfirmasi, kepada Okto membenarkan bahwa dirinya mendapatkan tekanan dari manajemen Sriwijaya agar bermain melawan Persipura, sebetulnya dirinya pun tidak diijinkan untuk kembali ke jakarta karena masih akan menghadapi Persiwa Wamena Rabu (2/2)

De Porras gabung Jakarta 1928 FC

 Jakarta -  Satu lagi bintang sepak bola akan ikut meramainkan Liga Primer Indonesia (LPI). Striker asal Argentina, Emanuel Matias De Porras, dipastikan bergabung dengan klub Jakarta FC 1928. Pemain berusia 30 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Jakarta, Selasa (1/2).

"Saya datang kembali ke Jakarta untuk mencetak banyak gol dan membawa klub saya menjadi juara LPI," kata De Porras yang diberni nomor punggung 9 itu. Jakarta 1928 Fc maupun De Porras enggan menyebutkan nilai kontraknya. CEO Jakarta 1928, Hadi Basalamah, mengungkapkan selain nilai kontrak, De Porras juga akan difasilitasi apartemen untuk tempat tinggal, mobil, dan tiket Jakarta-Buenos Aires dua kali pergi-pulang dalam setahun bersama istri dan anaknya.

Bergabungnya De Porras ke Jakarta 1928 tidak bisa dilepaskan dari peran rekan senegaranya, Gustavo Ortiz, yang telah bergabung lebih dulu. Pemain yang biasa disapa Cachi yang artinya "Si Kecil," ini mengaku Ortiz banyak memberinya informasi tentang adanya LPI, sehingga LPI hanya butuh waktu sebulan untuk menggaetnya.

Nama De Porras bagi pencinta sepak bola Indonesia pasti tidak asing lagi. Pemain kelahiran Cutral-Co, Argentina, 16 Oktober 1981 ini sempat memperkuat PSIS Semarang pada 2005-2006. Kepiawaiannya di lapangan mampu mengantar PSIS menempati posisi runner-up Divisi Utama pada musim itu.

Direktur Teknik Jakarta 1928, Risdianto mengatakan timnya memang membutuhkan pemain seperti De Porras. "Tipe striker 'pembunuh' seperti dialah yang dibutuhkan klub, dia juga dekat dengan pelatih Bambang Nurdiansyah saat di PSIS," kata Risdianto.

Namun, selama bermain di Indonesia pemain kelahiran 16 Oktober 1981 itu dikenal temperamental. De Porras mengaku saat ini sudah tidak tempramental lagi, ”Saya sekarang bermain sudah bisa lebih tenang. Dulu saya masih muda, sekarang saya sudah dewasa dan punya keluarga,” ujar De Porras sembari tertawa.

Alfred Riedl Ampuni Kesalahan Okto

Senin, 31 Januari 2011

 Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, akhirnya mengampuni "dosa" pemain sayap timnas, Oktavianus Maniani, yang pergi dari pelatnas. Riedl bisa memahami tindakan Okto melakukan hal tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Okto kabur dari pelatnas pada 27 Januari lalu. Ia pergi ke Papua untuk membela klubnya, Sriwijaya FC, yang akan menghadapi Persipura Jayapura. Padahal, pemain 20 tahun tersebut sudah dilarang Riedl untuk pergi.
Okto akhirnya kembali ke pelatnas kemarin sore dan ia sudah berbicara empat mata dengan Riedl untuk menjelaskan situasinya. "Dia sudah menjelaskan kenapa dia terlambat. Dia memiliki situasi di mana dia mendapat tekanan sangat kuat dari klubnya. Jadi, dia memilih posisi aman demi masa depannya, keluarganya, dua anaknya, dan istrinya," tandas Riedl seusai memimpin latihan timnas di lapangan C Senayan, Selasa (1/2/2011).
"Itu yang dia bilang dan saya percaya kepadanya. Ini bisa dimengerti, jadi dia tidak diberi hukuman. Saya tak bisa menyalahkan dia. Mungkin saya hanya bisa menyalahkan orang yang memberi tekanan kepadanya," tegas Riedl.
Riedl juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Karena jika terjadi lagi, Riedl akan langsung bertindak tegas dengan mencoret Okto. Dalam latihan hari ini, Okto hanya melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Ia tidak mengkuti latihan penuh bersama rekan-rekannya.

oknum PSSI yang menjual hasil laga kontra Malaysia di leg pertama Final Piala AFF ??.Apakah Betulll???

 Sinyalir adanya pengaturan hasil akhir Final Piala AFF antara Indonesia dan Malaysia yang lalu menyeruak ke permukaan, lalu benarkah ada yang bermain mata?
Sebuah isu adanya oknum PSSI yang menjual hasil laga kontra Malaysia di leg pertama Final Piala AFF sedang santer terdengar di tanah air, disinyalir ada oknum yang bersekongkol dengan bandar judi kelas kakap negeri Jiran untuk mengatur skor laga di Stadion Bukit Jalil tersebut.
Hari kemarin ada seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen pegawai pajak di lingkungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia melayang surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui email sang RI 1 terkait kasus ini. Surat tersebut dikirim juga ke email redaksi beberapa media tanah air seperti Tribunnews.com, Bolanews, dan Topskor.
Inti dari surat tersebut adalah nada kekecewaan Eli yang merasa ada kejanggalan terkait hasil akhir laga yang akhirnya mandek di angka 3-0 untuk keunggulan tuan rumah Malaysia tersebut, padahal di babak-babak sebelumnya timnas Garuda tampil begitu perkasa.
Salah satu kutipan dari surat milik Eli adalah sebagai berikut, "Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai."
"Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI (ia menulis inisial dua nama, red)."
"Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah,"
Eli juga menyebut ada dua nama oknum PSSI yang menjadi otak skandal pengaturan skor ini, mereka disebut sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi skenario busuk tersebut kepada oknum pemain yang akhirnya berulah hingga menjatuhkan mental seluruh skuad.
Gangguan sinar laser yang ada di laga tersebut akhirnya juga merupakan bagian skenario yang mereka siapkan untuk menutupi hal ini, laser dijadikan kambing hitam utama untuk anjloknya performa timnas yang parah di Malaysia.
Eli mengadukan bahwa pihak-pihak yang bermain kotor ini mendapatkan keuntungan luar biasa dari bandar judi asal Malaysia, bahkan uang besar dari aksi ini sebagian digunakan untuk membiayai Kongres Tahunan PSSI di Bali beberapa waktu lalu.
Belum bisa dipastikan apakah surat ini benar-benar bisa dibuktikan kebenarannya, namun yang jelas dari beberapa pihak yang mendapatkan email ini, mulai dari Menteri Olah Raga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI, semuanya masih belum memberikan konfirmasi.

Okto Siap Hijrah Ke LPI

Sabtu, 29 Januari 2011

Konflik antara tim nasional U-23 dan Sriwijaya FC yang memperebutkan Oktovianus Maniani membuat karier Okto terancam suram. Okto menegaskan, bila ia dikenakan sanksi berat dari PSSI, ia siap hengkang ke Liga Primer Indonesia (LPI).

"Saya tetap akan membela Sriwijaya FC pada pertandingan melawan Persipura Jayapura,"kata Okto di Jayapura, Papua, Sabtu (29/1).

Okto menyesalkan keputusan timnas yang memberikan izin pada kiper Arema Indonesia Kurnia Mega berlaga di klubnya. Sebaliknya, ia tidak mendapat izin untuk membela klubnya sehingga ia terpaksa kabur dari pelatnas. Okto mengaku pasrah.

Sementara itu, pelatih kepala Sriwijaya FC Ivan Kolev mengatakan, timnas tidak adil terhadap Sriwijaya FC dengan tidak memberikan izin kepada Okto, sedangkan kiper Arema Indonesia Kurnia Mega dan Nasution Karubaba diberi izin.

Kini badan hukum PSSI sedang mempertimbangkan hukuman apa yang akan diberikan terhadap Sriwijaya FC terkait kasus Okto. Sebelumnya, PSSI masih menunggu penjelasan dari pihak timnas dan Sriwijaya FC

PT Djarum Rugi 7 Milliar

 Sponsor utama Kompetisi Liga Super Indonesia, PT Djarum, sejauh ini masih membahas langkah yang akan ditempuh terhadap PT Liga atas kerugian yang diderita sebagai sponsor LSI terkait hengkangnya tiga klub LSI ke Liga Primer Indonesia.
Agency PT Djarum untuk PT Liga, Yunanto Ali, mengatakan berdasarkan penghitungan pihaknya, dengan mundurnya tiga klub di LSI berarti ada sekitar 70 pertandingan yang batal digelar. "Berkurangnya pertandingan sebanyak itu. Dana yang sudah dikucur Djarum untuk pelaksanaan kompetisi LSI musim ini senilai Rp 40 miliar," kata Yunanto kepada Tempo Senin (17/1).
Yunanto mengaku kasus seperti ini baru dialaminya sekarang. Dalam klausul perjanjian yang telah dibuat tidak disebutkan kompensasi menyangkut bagaimana jika ada klub yang mundur sehingga otomatis tidak ada pertandingan. 
Karena itu, kata Yunanto, pihaknya sampai sekarang masih belum bisa menentukan langkah konkrit yang akan ditempuh untuk meminta ganti rugi kepada PT Liga yang berada di bawah PSSI.
"Kita masih mencari formulasinya. Kita masih melihat perkembangan ke depannya. Kira-kira nanti langkahnya menjadi seperti apa? Termasuk bagaimana jika dipotong, teknisnya seperti apa?" ujar Yunanto yang memperkirakan kerugian dan nilai kompensasinya sekitar Rp 7 miliar.
Yang jelas, Yunanto menambahkan, PT Djarum beritikad menyelesaikan masalah ini baik-baik karena sudah beberapa tahun ini menjadi sponsor utama LSI. Sebagai sponsor utama, setiap pertandingan Liga Super, iklan Djarum terpasang dari mulai di lapangan hingga televisi yang menyiarkan langsung jalannya pertandingan.  

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

About Me

Foto saya
Hy , welcome to my blog .I am Basir annas Sidiq .and I used to be called basir . I am school in high school a Tanah Grogot , east kalimantan
 

Like this blog