Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in
Tampilkan postingan dengan label asian cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asian cup. Tampilkan semua postingan

Keisuke Honda became the best player (MVP) in Asian Cup 2011

Sabtu, 29 Januari 2011

Tournament MVP Keisuke Honda was left grinning from ear-to-ear as he celebrated Japan’s 1-0 victory over Australia in the final of the AFC Asian Cup Qatar 2011™ on Saturday.

The CSKA Moscow star joins compatriots such as Shunsuke Nakamura – who won in 2004 - and 2000 MVP Hiroshi Nanami in claiming the Most Valuable Player title and he was delighted as his side secured Japan’s fourth continental title.

“I’m really so happy that we have become champions but it was a very difficult game,” said Honda.

“Australia also played well but I cannot say anything more, I’m just so happy we are champions.

“This game was a little bit difficult because I couldn’t score but we have become champions so I’m satisfied.

“I think we can improve more in the future. We are never satisfied.”

While Honda was named the top player of the tournament, goalkeeper Eiji Kawashima won the MVP Award in the final and the SK Lierse stopper was delighted with the title win.

“We knew that this was going to be a huge challenge for us and every player was thinking that we would like to make a new history for Japanese football and we’re so happy we could make it,” he said.

“It is amazing that we were able to win the title. For me it was a tough game but this is the final so I was really focused on my job.”

Jepang juara Asian Cup 2011 setelah kalahkan Australia 1 - 0


Gol tunggal Lee lahir akibat kesalahan pemain belakang Australia yang membiarkan Lee berdiri bebas sehingga pemain tersebut dengan leluasa melancarkan tendangan voli keras setelah mendapat umpan matang dari sisi kiri lapangan.
Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 37.000 penonton, kedua tim bermain imbang tanpa gol sehingga pemenang harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu.
Australia mendapat peluang terbaik ketika kiper Eiji Kawashima berhasil memblok sundulan jarak dekat Harry Kewell yang sebelumnya juga hampir saja menjebol gawang lawan melalui tendangan voli yang melebar di sisi gawang.
Sukses tersebut membuat Jepang mewujudkan ambisi menjadi negara pertama yang berhasil merebut gelar juara Piala Asia sebanyak empat kali.
Australia yang sejak 2006 pindah ke zona Asia, tampil untuk pertama kali di final dalam dua kali penampilan mereka, demikian AFP melaporkan.

Korsel Rebut Juara tiga Asian Cup

Korea Selatan sukses merebut juara tiga Piala Asia 2011 setelah sukses menundukkan Uzbekistan 3-2 di Stadion Al Sadd. Sukses Korsel ini adalah ulangan Piala Asia 2007 lalu, saat itu Taeguk Warriors merebutnya di Palembang.
Korea Selatan yang lebih diunggulkan tampil mendominasi jalannya laga di babak pertama ini. Mereka mampu unggul terlebih dahulu melalui Koo Ja Cheol saat laga memasuki menit ke-18. Melalui sebuah serangan balik cepat, Ja Cheol sukses menaklukkan kiper Uzbekistan Ignatiy Nesterov.
Uzbekistan semakin porak-poranda usai gol tersebut. Mereka terlihat bingung dengan derasnya serangan Korsel yang semakin menggila setelah unggul 1-0. Akhirnya, melalui sebuah skema serangan yang apik, gawang Nesterov kembali jebol 10 menit usai gol pertama tadi. Kali ini Ji Dong-Won yang mencetak gol, dan Korsel pun unggul 2-0.
Taeguk Warriors semakin jauh meninggalkan lawan mereka di menit ke-38. Ji Dong-Won sukses mencetak gol keduanya di laga ini dengan sundulannya setelah memanfaatkan umpan crossing dari sisi kanan.
Uzbekistan akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 1-3 di penghujung babak pertama melalui penalti. Wasit Abdullah Bashir menunjuk titik putih setelah Stanislav Andreev dijatuhkan Hwang Jae-Won di menit ke 44. Kiper Korsel, Jung Sung-Ryong, yang sempat memblok tendangan penalti Keisuke Honda di semifinal lalu, sebenarnya sudah tepat menebak arah bola dalam eksekusi penalti ini. Namun tendangan Aleksandr Geynrikh lebih cepat seper-sekian detik saja. Walhasil, babak pertama pun ditutup dengan skor 1-3 untuk keunggulan Korsel.
Asa Uzbekistan untuk menyamakan kedudukan kembali muncul di babak kedua. Belum 10 menit babak kedua berjalan, Aleksandr Geynrikh kembali mampu membobol gawang Jung Sung-Ryong. Berbeda dengan gol pertamanya, kali ini gol Geynrikh dicetak melalui situasi open play setelah ia sukses memperdaya pemain belakang Korsel.
Barisan Laskar Taeguk yang sempat mengendurkan serangan mereka langsung tersentak usai gol tadi. Mereka kini kembali meningkatkan tempo serangan mereka di tengah kebangkitan Uzbekistan itu. Dong-Won berpeluang mencetak hat trick saat laga menginjak menit ke-66. Sayang tendangan keras mendatarnya masih membentur tiang sebelah kiri gawang Uzbekistan.
Uzbekistan terus berusaha menyamakan kedudukan untuk memaksakan laga berlanjut ke babak extra time. Namun, hingga wasit Abdullah Bashir meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga

Foto-foto lucu suporter di Piala Asia 2011 Qatar (bag.2)

Selasa, 25 Januari 2011









Foto-foto lucu suporter di Piala Asia 2011 Qatar










Jepang VS Australia di FInal Asian Cup


Tampil jauh lebih efektif dan unggul pengalaman, Australia tanpa ampun membantai Uzbekistan—yang mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain—enam gol tanpa balas dalam partai semifinal kedua Piala Asia 2011 yang berlangsung di Khalifa International Stadium, Doha, Selasa (25/1). Hasil ini mengantarkan Socceroos, julukan Australia, ke babak pamungkas dan bertemu dengan Jepang yang beberapa jam sebelumnya sukses mengatasi Korea Selatan lewat adu penalti.

Setengah lusin gol kemenangan Australia dibagi rata oleh enam pemain, yaitu winger dan striker veteran Harry Kewell di menit kelima, Sasa Ognenovski di menit ke-35, David Carney di menit ke-65, Brett Emerton di menit ke-74, Carl Valeri di menit ke-82, dan Robbie Kruse semenit kemudian. Serigala Putih, julukan Uzbekistan, kehilangan striker veteran Ulugbek Bakaev di menit ke-67 karena menerima dua kartu kuning alias kartu merah.

Di babak pertama, sebenarnya anak-anak asuhan Vadim Abramov lebih mendominasi jalannya pertandingan, terutama setelah tertinggal 0-1 di menit kelima melalui sepakan kaki kiri Kewell yang menerima umpan dari Matt Mackay. Namun, serbuan sporadis yang dilakukan Server Djeparov dkk tak mampu mengancam gawang Australia yang dikawal Mark Schwarzer. Kematangan Lucas Neill dkk menjadi tembok yang sulit ditembus.

Tercatat hanya dua peluang berarti yang didapat Uzbekistan yaitu tendangan bebas Maksim Shatskikh yang tipis menyamping dan sepakan jarak jauh Djeparov yang masih dapat diamankan Schwarzer. Justru, di tengah-tengah tekanan lawan, Australia memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-35. Berawal dari free-kick David Carney. Bola lambung disundul Tim Cahill di kotak penalti. Bola lair disambar Ognenovski yang lolos dari kawalan bek Uzbekistan. Skor 2-0 bertahan sampai jeda.

Di awal paruh 45 menit pertama, Uzbekistan tetap dominan. Namun, lagi-lagi serangan balik Australia sangat mematikan. Di menit ke-65, mendapat umpan dari pemain pengganti Robbie Kruse, Carney menjebol gawang Temur Juraev. Skor 3-0 untuk Australia. Pertandingan layak disebut telah berakhir ketika dua menit kemudian striker Bakaev dikeluarkan dari lapangan menyusul tekel kasarnya terhadap Luke Wilshere.

Unggul jumlah pemain membuat Australia praktis mempermainkan Uzbekistan. Hasilnya, tiga gol tambahan tercipta, yaitu melalui cocoran Emerto di menit ke-74 dan dua gol yang tercipta hanya dalam waktu kurang dari satu menit oleh Valeri dan Kruse. Khusus gol terakhir lebih banyak disebabkan jatuh mentalnya kiper Juraev. Bola tembakan Kruse sebenarnya pelan dan mendatar. Namun, akibat tertekan Juraev gagal menangkap bola dengan sempurna. Alhasil, bola berlalu di sela-sela kakinya. Skor 6-0 untuk Australia bertahan sampai peluit akhir berbunyi.(MEG)

Jepang akan lawan korsel di semi final

Senin, 24 Januari 2011

foto 
TEMPO Interaktif, Doha - Kemenangan Korea atas Iran di perempat final Piala Asia 2011 di Qatar pada Minggu lalu terlalu dini untuk dirayakan. Saingan abadinya, Jepang, sudah menunggu di babak semifinal. Siapa yang menang dalam pertarungan besok, akan memberikan kebanggaan nasional tersendiri.

Korea Selatan lolos ke semifinal dengan susah payah. Meskipun di tim nasionalnya ada Park Ji-sung, yang memperkuat Manchester United. Negeri Ginseng itu hanya menang 1-0 berkat gol Yoon Bit-garam setelah melalui perpanjangan waktu. Ini adalah kemenangan pertama terhadap Iran sejak Oktober 2005.

Begitupun Jepang, tak mudah untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Tim Samurai Biru dengan susah payah akhirnya bisa mengalahkan Qatar 3-2 Sabtu lalu. Kekuatan fisik akan menjadi faktor kunci dalam duel Jepang versus Korea Selatan ini.

Timnas Korea Selatan hanya memiliki waktu dua hari untuk memulihkan stamina setelah sebelumnya dipaksa bermain dengan perpanjangan waktu. Sedangkan Jepang memiliki tiga hari. Untuk membantu kebugaran anak-anak asuhannya, pelatih Korea Selatan Cho Kwang-rae memutuskan untuk memberikan istirahat selama seharian.

Sang kapten, Park Ji-sung telah mengobarkan semangat juang rekan-rekannya agar berhasil menjuarai turnamen ini. Bagi Park, inilah ajang pembuktian siapa sebenarnya macam Asia.

Semangat pantang menyerah telah ditunjukkan pemain tengah Manchester United ini saat melawan Iran. Ia tetap bekeja keras meskipun cedera tulang pipi kanan dalam tabrakan dengan pemain Iran Gholamreza Rezaei di menit ke-16.

Kerja kerasnya telah membuahkan hasil dengan lolos ke semifinal meskipun Park tidak mencetak gol. Beberapa kali ia membuat kemelut di gawang Iran yang digempur habis-habisan. Laga di event internasional besok adalah yang ke-100 sejak debutnya di tim nasional pada April 2000.

"Saya tidak akan terlalu banyak memaknai bahwa pertandingan besok itu adalah laga ke-100 saya. Ini adalah pertandingan semifinal dan melawan Jepang, dan itu akan membuat pertandingan sangat menarik," kata Park, Senin (24/1).

Park hanya bisa berjanji akan memberikan yang terbaik bagi bangsanya. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan dan maju ke final," ujar Park yang tidak mau mengomentari isu bahwa ia mungkin akan pensiun dari tim nasional setelah Piala Asia ini.

Pada laga lainnya di semifinal, Australia dan Uzbekistan akan berjuang untuk meraih tiket ke babak final. Australia mengalahkan Irak dalam perempat final dengan skor 1-0, sedangkan Uzbekistan menang 2-1 atas Yordania. Turnamen di Doha ini adalah yang pertama kalinya tim-tim dari Timur Tengah tidak ada satupun yang lolos ke semifinal Piala Asia.

Negara-negara yang pernah menjadi juara Piala Asia yaitu pada 2007 Irak, 2004 Jepang, 2000 Jepang, 1996 Arab Saudi, 1992 Jepang, 1988 Arab Saudi, 1984 Arab Saudi, 1980 Kuwait, 1976 Iran, 1972 Iran, 1968 Iran, 1964 Israel, 1960 Korea Selatan, dan 1956 Korea Selatan.

Uzbekistan 2 - 2 China

Senin, 17 Januari 2011


Doha: Uzbekistan claimed the point they needed to reach the quarter-finals of the AFC Asian Cup Qatar 2011 as they shared a highly-entertaining 2-2 draw with China at Al Gharafa Stadium on Sunday.
Having fallen behind to Yu Hai's sixth-minute goal, Vadim Abramov's side hit back with strikes from Odil Akhmedov and Alexander Geynrikh before Hao Junmin's excellent free-kick in the 56th minute leveled the Group A contest.
China then pressed hard for the winning goal but Uzbekistan held on to guarantee their passage into the last eight.
But with Qatar beating Kuwait 3-0, it meant the hosts and not China would accompany the Central Asians into the knockout stage.
Uzbekistan should have taken the lead after just two minutes. Server Djeparov played in Timur Kapadze and his low cross reached an unmarked Maksim Shatskikh at the back post but somehow the striker sliced horribly wide from six yards when he seemed certain to score.
China made their opponents pay four minutes later. Li Xupeng's glancing header from Wang Song's free-kick was turned behind by keeper Ignatiy Nesterov but from the resulting corner, Yang Hao's cross was flicked goalwards by Yu Hai, the ball hit Akhmedov and squeezed over the line.
Yang Zhi punched away Djeparov's free-kick before China came close to a second in the 21st minute but Zhao Xuri's fearsome swerving 25-yard drive smacked the bar with Nesterov well beaten.
Du Wei headed Hao's free-kick wide at the back post before Uzbekistan grabbed the equaliser on the half-hour mark.
Djeparov was the architect as his superb defence-splitting pass released Akhmedov down the left side of the area and the defender advanced towards the six-yard box before flicking a cool finish past Yang with the outside of his boot.
Nesterov then pulled off a brilliant save to keep his side level as Hao's curling cross was met with a powerful header from a leaping Gao Lin but the Uzbekistan keeper somehow managed to tip it over the bar.
Uzbekistan took the lead almost immediately after the interval when Geynrikh beat Yang with a shot from distance but China hit back in the 56th minute with a fine goal as Hao's dipping free-kick from 25 yards found the top corner of Nesterov's net.
The East Asians then spurned a great chance to take the lead immediately afterwards when Wang's cross picked out an unmarked Gao near the penalty spot but his stooping header bounced wide.
Nesterov had to be alert to parry Gao's powerful strike after turning his marker in the 78th minute as China pressed for a winner, Hao hacking over after latching onto a ball over the top of the Uzbek defence.
Stanislav Andreev then tested Yang from long range with four minutes to go as Uzbekistan managed to hold on for the draw they needed.

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

About Me

Foto saya
Hy , welcome to my blog .I am Basir annas Sidiq .and I used to be called basir . I am school in high school a Tanah Grogot , east kalimantan
 

Like this blog